BANDA ACEH — Pemulihan ekonomi di wilayah yang diterjang banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera mulai menunjukkan hasil nyata. Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera melaporkan total transaksi UMKM melalui platform e-commerce di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai 13.209.182 per 8 Mei.
Angka tersebut meningkat signifikan dari 7.461.422 transaksi yang tercatat pada akhir April. Di Aceh sendiri, tercatat 87.746 transaksi dengan 1.396 produk yang diperjualbelikan secara daring. Sementara Sumatera Utara mendominasi dengan 9.781.946 transaksi dari 631 produk, dan Sumatera Barat menyusul dengan 3.339.490 transaksi dari 101 produk.
Juru Bicara Satgas PRR Amran menegaskan bahwa percepatan penyaluran bantuan stimulan ekonomi menjadi kunci pemulihan. Hingga saat ini, dari total Rp254,44 miliar yang dialokasikan untuk Aceh, sebanyak Rp250,48 miliar telah diterima penyintas bencana.
Di Sumatera Utara, bantuan sebesar Rp53,38 miliar dari total Rp62,90 miliar telah tersalurkan. Sementara di Sumatera Barat, Rp16,83 miliar dari total Rp17,74 miliar sudah sampai ke tangan warga terdampak.
“Untuk peningkatan ekonomi sudah kita dorong terus, aktivitas ekonomi sudah hampir tuntas keseluruhan,” kata Amran dalam siaran pers, Minggu (10/5/2026).
Satgas PRR tidak hanya fokus pada pemulihan UMKM dan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), tetapi juga menuntaskan perbaikan infrastruktur pasar. Amran melaporkan, perbaikan pasar di Sumatera Barat sudah rampung 100 persen, Sumatera Utara 98 persen, dan Aceh 89 persen.
“Jadi tinggal beberapa pasar yang sedang dimaksimalkan agar bisa ditempati secepatnya,” ujarnya.
Langkah ini menjadi prioritas agar roda ekonomi masyarakat di tiga provinsi terdampak bencana bisa kembali berputar normal. Satgas PRR menargetkan seluruh pasar yang rusak akibat bencana dapat difungsikan kembali dalam waktu dekat.