LHOKSEUMAWE — Workshop yang berlangsung dari pukul 11.00 WIB hingga 16.00 WIB itu dihadiri oleh Kabag Ops Polres Lhokseumawe, Kompol M. Abdhi Hendriyatna, bersama jajaran Satuan Pamobvit. Turut hadir Kasat Pamobvit AKP Muwjiburrahmatullah serta sejumlah personel pengamanan aset negara.
Dalam pemaparannya, Kompol M. Abdhi Hendriyatna menegaskan bahwa pengamanan aset negara tidak bisa hanya mengandalkan penjagaan fisik semata. Menurutnya, langkah deteksi dini dan komunikasi aktif dengan masyarakat menjadi kunci utama untuk mencegah potensi sengketa maupun gangguan keamanan di lapangan.
“Pengamanan aset kawasan harus dilakukan secara profesional dan humanis. Kehadiran aparat keamanan bukan hanya menjaga objek, tetapi juga memastikan situasi tetap kondusif sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal,” ujar Kompol M. Abdhi Hendriyatna.
Ia menambahkan, setiap persoalan yang muncul di lapangan harus diselesaikan dengan pendekatan yang cepat dan tepat. Komunikasi yang baik dengan warga sekitar aset negara menjadi prioritas agar tidak timbul gejolak sosial.
“Setiap potensi konflik harus ditangani dengan cepat, tepat, dan mengutamakan komunikasi yang baik. Dengan pendekatan humanis dan pelayanan prima, stabilitas keamanan kawasan dapat terus terjaga,” lanjutnya.
Kegiatan ini tidak hanya berisi pemaparan materi strategi pengamanan aset vital. Para peserta juga mengikuti sesi diskusi interaktif dan melakukan peninjauan langsung ke kawasan aset negara yang dikelola LMAN. Hal ini dilakukan untuk menyamakan persepsi antara aparat keamanan dan pengelola aset.
Kabag Ops berharap workshop ini mampu meningkatkan kemampuan personel dalam menghadapi dinamika di lapangan. Sinergi antara Polres Lhokseumawe dan LMAN dinilai penting untuk menjaga kepentingan publik dan mendukung pembangunan daerah.
“Melalui kegiatan ini, kita berharap terbangun pemahaman bersama tentang pentingnya pengamanan aset negara sebagai bagian dari menjaga kepentingan publik dan mendukung pembangunan daerah,” pungkasnya.