BANDA ACEH — Warga Komplek Pos Ceurih, Gampong Ceurih, Kecamatan Ulee Kareng, mengeluhkan pelayanan pengangkutan sampah yang molor hingga 11 hari. Tumpukan sampah rumah tangga mulai meluber dari tempat penampungan dan menggunung di sekitar rumah warga.
Keluhan ini disampaikan pada Jumat (22/5/2026). Menurut warga, keterlambatan pengangkutan sudah terjadi secara rutin dalam tiga bulan terakhir. Namun, kondisi pekan ini dinilai paling parah.
Salah seorang warga menyebutkan bahwa tidak ada tunggakan retribusi sampah. “Hari ini sudah 11 hari sampahnya tidak diangkut,” ujarnya.
Warga lain menambahkan bahwa pembayaran retribusi dilakukan tepat waktu setiap bulan. Karena itu, mereka mempertanyakan alasan di balik lambannya pengangkutan yang berulang kali terjadi.
Warga berharap Pemerintah Kota Banda Aceh segera membenahi sistem pengangkutan sampah di wilayah tersebut. “Untuk persoalan sampah ini, kami minta perhatian Pemko Banda Aceh agar segera membenahi petugasnya,” kata warga lainnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah keranjang sampah warga sudah penuh. Sebagian sampah bahkan mulai menumpuk di tanah kosong di sekitar rumah, menimbulkan bau tidak sedap dan dikhawatirkan menjadi sarang penyakit.
Belum ada pernyataan resmi dari Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Keindahan Kota Banda Aceh terkait keluhan ini. Warga berharap ada tindakan nyata sebelum kondisi semakin memburuk.