Santri MA Dayah RIAB Aceh Sabet Gold Award di Malaysia Lewat Inovasi Snack Bebas Gluten dari Biji Kurma dan Labu Kuning

Penulis: Parsaoran Hutapea  •  Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:01:01 WIB
Santri MA Dayah RIAB Aceh raih Gold Award di WYIE 2026 dengan inovasi snack bebas gluten.

BANDA ACEH — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh santri Aceh di kancah internasional. Tim peneliti muda dari Madrasah Aliyah (MA) Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa (RIAB) berhasil meraih Gold Award dalam ajang World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2026 yang berlangsung di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia, pada 18–20 Mei 2026.

Mereka mempresentasikan inovasi pangan berkelanjutan berjudul Kind Bar: A Sustainable Gluten-Free Snack Bar Utilizing Date Seed (Phoenix dactylifera L.) and Yellow Pumpkin (Cucurbita moschata) Flour with a Cinnamon Aroma. Produk ini berupa makanan ringan sehat berbahan dasar tepung biji kurma dan labu kuning dengan aroma kayu manis, yang dikembangkan sebagai alternatif pangan bebas gluten.

Mengapa Biji Kurma dan Labu Kuning?

Biji kurma selama ini kerap menjadi limbah yang tidak termanfaatkan. Namun, para santri RIAB melihat potensi besarnya sebagai sumber tepung bergizi. Dipadukan dengan labu kuning yang kaya vitamin A, produk ini tidak hanya ramah bagi penderita intoleransi gluten, tetapi juga mendukung konsep ketahanan pangan berkelanjutan.

Tim yang beranggotakan Yassir Ahaly, Najmi Azizi Zulvi, Huzaifa Anwar, Adam Zhafif Assaifi, Athaillah Al Ghazali Chandra, Agha Najwan Khansa, dan Ghaisan Arayyan ini berhasil melewati tahapan seleksi dan penilaian ketat dewan juri internasional. Mereka bersaing dengan para inventor muda dari berbagai negara sebelum akhirnya dinobatkan sebagai peraih medali emas.

Dukungan Penuh dari Yayasan

Direktur MA RIAB, Riadhi, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini menjadi bukti bahwa santri RIAB mampu bersaing di level global dalam menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Prestasi ini membuktikan bahwa santri RIAB mampu bersaing di tingkat internasional dalam menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Pemanfaatan bahan-bahan alami dalam produk ini juga menunjukkan kontribusi santri terhadap pengembangan pangan berkelanjutan dan ketahanan pangan,” ujarnya.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari bimbingan Dahlia dan Rizka Filiani Tasya Lubis, serta dukungan seluruh sivitas akademika Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa. Riadhi berharap capaian ini dapat memotivasi santri lain untuk terus berkarya dan berinovasi.

Pesantren Tak Lagi Hanya Urusan Kitab Kuning

Penghargaan di WYIE 2026 ini menegaskan bahwa dunia pesantren tidak hanya unggul dalam pendidikan keagamaan. Lembaga berbasis asrama ini kini juga mampu melahirkan generasi muda yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing di tingkat global — khususnya di bidang sains dan teknologi pangan.

Reporter: Parsaoran Hutapea
Sumber: mediasatunews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top