Fotografer Aceh Riska Munawarah Terpilih di Joop Swart Masterclass 2026, Satu-satunya Wakil Indonesia

Penulis: Parsaoran Hutapea  •  Kamis, 04 Juni 2026 | 16:24:01 WIB
Riska Munawarah, fotografer Aceh, terpilih sebagai satu-satunya wakil Indonesia di Joop Swart Masterclass 2026.

BANDA ACEH — Riska Munawarah, fotografer dokumenter asal Banda Aceh, berhasil menembus seleksi ketat Joop Swart Masterclass 2026. Program tahunan yang diselenggarakan World Press Photo ini hanya menerima 13 peserta dari sekitar 200 fotografer yang dinominasikan di seluruh dunia.

Riska menjadi satu-satunya wakil Indonesia dalam program yang ditujukan bagi fotografer dokumenter dan fotojurnalis dengan pengalaman lima hingga sepuluh tahun tersebut. Ia dinominasikan melalui PannaFoto Institute, sebuah lembaga pengembangan fotografi di Indonesia.

Dari Aceh ke Kairo: Perjalanan Satu Tahun

Joop Swart Masterclass 2026 akan berlangsung selama satu tahun penuh. Peserta akan menjalani pendampingan daring bersama mentor internasional terlebih dahulu, sebelum mengikuti sesi tatap muka di Kairo, Mesir, pada November 2026.

Program ini dirancang untuk membantu fotografer mengembangkan proyek jangka panjang dan memperkuat kemampuan bercerita melalui medium fotografi. Materi pelatihan mencakup pendalaman narasi visual, etika dokumenter, hingga strategi distribusi karya.

Bersaing dengan Fotografer dari Zona Konflik

Selain Indonesia, peserta tahun ini berasal dari negara-negara dengan latar belakang sosial-politik yang kompleks. Mereka antara lain dari Palestina, Sudan, Ukraina, Kolombia, Iran, Republik Demokratik Kongo, Guatemala, Bangladesh, Mesir, dan Kanada.

“Proses seleksinya sangat ketat. Alhamdulillah bisa berada di antara 13 fotografer terpilih dari seluruh dunia,” kata Riska, Kamis (4/6/2026).

Misi Membawa Cerita Aceh ke Panggung Global

Bagi Riska, keterpilihan ini bukan sekadar pencapaian pribadi. Ia melihatnya sebagai kesempatan untuk mengangkat narasi-narasi dari Aceh ke audiens internasional.

“Sebagai fotografer yang berasal dari Aceh, saya ingin membawa cerita-cerita dari daerah saya ke panggung internasional,” ujarnya.

Joop Swart Masterclass pertama kali digelar pada 1994 dan dinamai dari pendiri World Press Photo. Sejak awal, program ini menjadi salah satu batu loncatan penting bagi fotografer dokumenter muda untuk menembus pasar global. Beberapa alumni program ini kini menjadi kontributor tetap untuk National Geographic, The New York Times, dan Magnum Photos.

Reporter: Parsaoran Hutapea
Sumber: waspadaaceh.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top