BIREUEN — Bupati Bireuen, H Ir Mukhlis ST, memanggil 20 kepala puskesmas dalam sebuah pertemuan di ruang zoom pendopo, Jumat (17/7) sore. Pertemuan itu digelar sebagai respons atas berbagai laporan yang masuk ke mejanya terkait pelayanan kesehatan yang tidak standar di sejumlah puskesmas.
Didampingi Wakil Bupati Ir Razuardi MT, Mukhlis menegaskan bahwa seluruh puskesmas harus segera berbenah. Ia mengaku kerap mendengar keluhan soal dokter yang tidak standby saat dibutuhkan, terutama pada malam hari.
Salah satu instruksi paling tegas yang keluar dari pertemuan itu adalah kewajiban bagi kepala puskesmas untuk tinggal dan menetap di puskesmas. Menurut Mukhlis, keberadaan Kapus di lokasi 24 jam akan membuat sistem pelayanan lebih mudah dikontrol.
“Kita akan membenahi situasi ini, menurut kami sudah saatnya Kapus tinggal dan menetap di Puskesmas, agar lebih efektif dalam mengelola sistem pelayanan yang baik,” ujar Mukhlis dalam keterangan yang diterima media, Sabtu (18/7).
Bupati juga menyoroti membludaknya pasien di Unit Gawat Darurat (UGD) RSU dr Fauziah dan rumah sakit swasta di Bireuen. Ia meminta puskesmas yang memiliki fasilitas rawat inap untuk tidak serta merta merujuk pasien ke rumah sakit.
“Kecuali jika kondisinya memang parah dan butuh penanganan intensif,” tegasnya. Kebijakan ini diharapkan bisa mengurangi beban rumah sakit rujukan sekaligus mengoptimalkan fungsi puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan.
Kepada para kepala puskesmas yang bertugas di kawasan pedalaman, Mukhlis berpesan agar tetap menjaga semangat. Ia menyebut mereka sebagai sosok berkualitas yang pasti mampu memajukan puskesmas di wilayah masing-masing.
“Kita harus mampu bekerja keras, melayani rakyat dengan sepenuh hati, menciptakan rasa kepercayaan dan optimis masyarakat, bahwa setiap petugas di unit pelayanan ini benar-benar dapat menyahuti kebutuhan masyarakat, untuk memperoleh penanganan medis terbaik,” ungkapnya.
Pertemuan ini menjadi sinyal bahwa Pemkab Bireuen mulai serius membenahi layanan kesehatan dasar dari tingkat paling bawah. Dengan instruksi Kapus tinggal di puskesmas dan pengendalian rujukan, warga diharapkan mendapatkan pelayanan yang lebih cepat dan merata.