ACEH — Samsung akhirnya mengumumkan kartu kredit pertamanya untuk pasar Amerika Serikat, bekerja sama dengan Barclays. Bernama Samsung Galaxy Card, produk ini hadir sebagai pesaing langsung Apple Card dengan menawarkan skema cashback yang lebih agresif di beberapa lini pembelanjaan.
Samsung Galaxy Card adalah kartu Visa tanpa biaya tahunan. Pemilik kartu akan mendapatkan cashback 5% untuk setiap pembelian produk Samsung, baik secara online maupun di toko resmi Samsung di AS. Angka ini melampaui penawaran Apple Card yang hanya memberikan 3% cashback untuk pembelian produk Apple.
Untuk transaksi lain, Samsung memberikan cashback 3% untuk pembayaran menggunakan Samsung Wallet, 2% untuk layanan streaming seperti Netflix, Disney+, dan Spotify, serta 1% untuk semua kategori pembelanjaan lainnya. Sebagai perbandingan, Apple Card memberikan 3% untuk pembelian Apple dan merchant tertentu, 2% untuk transaksi Apple Pay, dan 1% untuk sisanya.
Ada pula bonus pendaftaran: pengguna baru bisa mendapatkan cashback senilai USD 200 (sekitar Rp 3,3 juta) setelah menghabiskan USD 2.000 dalam 90 hari pertama. Pemegang kartu juga mendapat diskon 20% untuk keanggotaan Samsung VIP Advantage.
Tidak seperti kartu kredit konvensional, Galaxy Card dirancang sebagai kartu digital-native yang langsung terintegrasi ke dalam Samsung Wallet. Barclays menyebut ini sebagai kartu kredit pertama mereka yang tidak memerlukan aplikasi perbankan terpisah. Setelah pengajuan disetujui, kartu bisa langsung digunakan secara digital melalui Samsung Wallet.
Samsung Wallet sendiri tidak hanya menyimpan kartu kredit, tetapi juga tiket, identitas digital, dan kunci digital — fungsionalitas yang mirip dengan Apple Wallet. Samsung juga akan mengirimkan kartu fisik berbahan logam hitam sebagai pelengkap, kontras dengan kartu Apple Card yang berwarna putih titanium.
Jika Apple menggandeng Goldman Sachs sebagai penerbit Apple Card — yang kini sedang dalam proses transisi ke JPMorgan Chase hingga 2027 — Samsung memilih Barclays sebagai mitra strategis. Barclays menekankan bahwa Galaxy Card adalah kartu kredit pertama mereka yang lahir sebagai produk digital wallet, tanpa ketergantungan pada aplikasi perbankan tradisional.
Langkah ini menunjukkan ambisi Samsung untuk memperkuat ekosistem keuangan digitalnya, bersaing langsung dengan layanan serupa dari Apple. Dengan cashback yang lebih tinggi di kategori pembelian Samsung, kartu ini jelas menyasar pengguna setia Galaxy yang sering berbelanja di ekosistem Samsung.
Pendaftaran Samsung Galaxy Card akan dibuka mulai 22 Juli, bertepatan dengan acara Samsung Unpacked. Pada acara tersebut, Samsung diperkirakan akan memperkenalkan ponsel lipat Galaxy generasi terbaru. Pengguna bisa mengajukan permohonan secara online atau langsung di toko ritel Samsung di Amerika Serikat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi mengenai ketersediaan Samsung Galaxy Card di Indonesia. Namun, skema cashback dan integrasi dompet digital yang ditawarkan bisa menjadi acuan bagi pengguna Samsung di Tanah Air yang menantikan layanan serupa.