MEULABOH — Sekretaris Jenderal SMSI Aceh Barat, Riosa, menerima langsung sertifikat penghargaan dari Sekda Aceh Barat di atas panggung penutupan festival. Penyerahan berlangsung di halaman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Barat, bersamaan dengan rangkaian akhir Festival Literasi Aceh Barat 2026.
Penghargaan tersebut tertuang dalam sertifikat Nomor 000.4/956. Isinya menegaskan bahwa SMSI Aceh Barat dinilai turut berperan dalam kegiatan serta pengembangan literasi di Kabupaten Aceh Barat sepanjang tahun berjalan.
Riosa menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dan seluruh pihak yang memberi penghargaan. Menurutnya, apresiasi itu bukan sekadar formalitas, melainkan dorongan untuk memperkuat kerja organisasi ke depan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, khususnya Bapak Sekda Aceh Barat, serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Barat yang telah memberikan penghargaan kepada SMSI Aceh Barat sebagai Organisasi Media Pegiat Literasi,” ujar Riosa.
Ia menegaskan media memiliki dua fungsi yang berjalan bersamaan: menyampaikan informasi dan memberi edukasi kepada masyarakat. Karena itu, SMSI Aceh Barat akan terus mendorong pemberitaan yang mencerdaskan dan bermanfaat bagi warga.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berbuat dan berkontribusi. Media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat. Karena itu, kami akan terus mendorong hadirnya pemberitaan yang edukatif, mencerdaskan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Riosa juga menyoroti peran pengurus dan anggota SMSI Aceh Barat yang selama ini menjalankan berbagai kegiatan organisasi. Menurutnya, penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif, bukan pencapaian satu orang.
“Terima kasih kepada seluruh pengurus dan anggota SMSI Aceh Barat yang telah bersama-sama menjalankan tugas dan fungsi organisasi. Penghargaan ini tentu menjadi kebanggaan bersama dan sekaligus tanggung jawab untuk terus meningkatkan kontribusi kami dalam bidang literasi,” ungkapnya.
Ke depan, ia berharap kolaborasi antara SMSI Aceh Barat dan pemerintah daerah, dunia pendidikan, komunitas literasi, serta berbagai elemen masyarakat semakin kuat. Sinergi itu dinilai penting untuk membangun masyarakat yang lebih literat di era digital.
“Kami berharap sinergi ini tidak berhenti sampai di sini. Ke depan, SMSI Aceh Barat siap terus bersinergi dengan pemerintah dan seluruh stakeholder untuk bersama-sama membangun masyarakat yang semakin literat, cerdas dan bijak dalam menerima serta menyebarkan informasi di era digital,” pungkas Riosa.
Festival Literasi Aceh Barat 2026 digelar sebagai ruang memperkuat budaya membaca dan menulis di tengah masyarakat. Ajang ini juga menyasar peningkatan kecakapan warga dalam menghadapi perkembangan informasi dan teknologi digital.
Penghargaan bagi SMSI Aceh Barat menjadi salah satu penutup rangkaian festival. Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan tercatat sebagai pihak yang menyerahkan apresiasi tersebut.