SINGKIL — Zainal Abidin Simatupang, yang akrab disapa ZAS, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PSSI Pusat atas langkah penundaan tersebut. Pria yang pernah menjabat Wakil Ketua Askab PSSI Aceh Singkil itu menyampaikan sikapnya kepada media pada Rabu (30/9/2026).
ZAS saat ini tercatat sebagai Pengurus KONI Aceh Singkil sekaligus Match Commissioner PSSI. Menurutnya, penundaan kongres memberi ruang bagi penyelesaian berbagai dinamika yang berkembang di tubuh sepak bola Aceh. Langkah itu juga dinilai memastikan proses organisasi PSSI Aceh berjalan sesuai ketentuan dan Statuta PSSI.
Bagi ZAS, kehadiran PSSI Pusat dalam dinamika organisasi daerah merupakan hal yang sewajarnya. Ia menilai intervensi itu dibutuhkan demi kemajuan sepak bola Aceh ke depan.
"Demi kemajuan sepak bola Aceh ke depan, sudah sewajarnya PSSI Pusat hadir dan mengambil peran untuk menengahi dinamika yang tengah terjadi di lingkungan sepak bola Aceh," ujar ZAS.
Ia menyebut langkah tersebut menjadi harapan bagi para pemerhati sepak bola, baik di Aceh Singkil maupun Aceh secara umum. Penundaan kongres diharapkan dimanfaatkan untuk membenahi tata kelola organisasi agar lebih profesional, transparan, dan objektif, tanpa keluar dari aturan yang berlaku.
ZAS menekankan bahwa perbaikan tata kelola harus berjalan seiring dengan upaya membangun kebersamaan antar-elemen. Fokus utama, katanya, perlu dikembalikan kepada pembinaan dan kemajuan sepak bola Aceh.
"Harapan kami, momentum ini dapat menjadi jalan untuk memperbaiki tata kelola organisasi, membangun kebersamaan, serta mengembalikan fokus utama kepada pembinaan dan kemajuan sepak bola Aceh," lanjutnya.
Ia juga menyoroti kemungkinan penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PSSI Aceh apabila memang diperlukan. Sosok yang dipercaya nantinya, menurut ZAS, harus memiliki integritas dan sikap netral serta tidak mempunyai kepentingan dalam proses pemilihan.
Netralitas disebut ZAS sebagai hal paling penting dalam penunjukan Plt. Pejabat sementara itu harus mampu menjaga marwah organisasi dan memastikan proses menuju kongres pemilihan ketua berjalan demokratis, adil, dan transparan.
Seluruh tahapan itu, tegasnya, tetap harus mengacu pada Statuta PSSI. ZAS mengajak seluruh elemen sepak bola Aceh mengedepankan kepentingan organisasi dan kemajuan sepak bola di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Perbedaan pandangan dalam sebuah organisasi, ujarnya, merupakan bagian dari dinamika yang wajar. Namun seluruh perbedaan itu harus disikapi secara dewasa melalui mekanisme organisasi dan koridor aturan yang berlaku.
"Mari kita jadikan momentum ini sebagai langkah bersama untuk membangun sepak bola Aceh yang lebih baik, profesional, berintegritas, solid, dan berprestasi. Kepentingan sepak bola Aceh harus kita tempatkan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok," pungkas ZAS.