Pemko Banda Aceh Sambut Investasi The New Hotel Aceh di Depan Masjid Raya Baiturrahman, Minta Proposal Lebih Detail

Penulis: Jonatan Nasution  •  Rabu, 30 September 2026 | 14:31:01 WIB
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal menerima audiensi calon investor PT APCA Tirta Engineering di Banda Aceh.

BANDA ACEH — Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal menegaskan pihaknya tidak hanya membuka pintu bagi rencana investasi PT APCA Tirta Engineering, tetapi juga meminta perusahaan itu melengkapi kajian teknis dan skema pembiayaan sebelum proyek berjalan. Permintaan itu muncul setelah audiensi antara Pemko Banda Aceh dan calon investor tersebut.

Investasi yang ditawarkan mencakup dua hal sekaligus: pembangunan The New Hotel Aceh di kawasan Masjid Raya Baiturrahman dan pengembangan sistem pengelolaan sampah di Kota Banda Aceh. Keduanya dikemas dengan pendekatan green building dan green energy.

Proposal Diminta Jelaskan Teknis hingga Skema Kerja Sama

Illiza menyebut usulan yang lebih detail diperlukan agar pemerintah kota bisa menilai rencana investasi secara menyeluruh. Aspek yang diminta diurai mencakup teknologi yang akan dipakai, kebutuhan lahan, kapasitas pengolahan sampah, hingga keekonomian proyek.

"Usulan lebih detail ini penting agar Pemerintah Kota Banda Aceh dapat melihat secara menyeluruh rencana investasi yang akan dilakukan. Khususnya terkait aspek teknis, teknologi, kebutuhan lahan, kapasitas pengolahan, skema pembiayaan dan investasi, keekonomian, manfaat bagi daerah serta skema kerja sama," kata Illiza.

Poin lain yang diminta adalah skema kerja sama antara Pemko Banda Aceh dan PT APCA Tirta Engineering. Tanpa kejelasan di bagian ini, pemerintah kota menilai manfaat proyek bagi daerah sulit diukur secara pasti.

Akses Bawah Tanah ke Masjid Raya Baiturrahman Jadi Permintaan Pengelola Masjid

Sebelumnya, pihak investor telah berdiskusi dengan pengelola Masjid Raya Baiturrahman soal rencana pembangunan hotel tersebut. Dalam pembahasan itu, pihak masjid mengajukan permintaan khusus terkait akses penghubung.

"Akses tersebut ditujukan untuk memudahkan tamu hotel yang hendak beribadah di Masjid Raya Baiturrahman. Dengan adanya jalur penghubung tersebut, tamu hotel dapat menuju masjid tanpa harus melintasi jalan umum. Selain itu, kendaraan tamu juga dapat diparkirkan di area basement Masjid Raya Baiturrahman," sebut Illiza.

Jalur bawah tanah itu, jika terealisasi, akan menghubungkan area hotel langsung ke Masjid Raya Baiturrahman. Tamu hotel tidak perlu menyeberang jalan umum untuk mencapai masjid, sementara kendaraan mereka bisa diparkir di basement masjid.

Dampak Ekonomi Jadi Pertimbangan Utama Pemko

Pemko Banda Aceh berharap investasi ini berdampak pada peningkatan angka investasi dan pertumbuhan perekonomian kota. Harapan itu disampaikan langsung oleh Illiza saat menerima audiensi pihak investor.

"Pemerintah Kota Banda Aceh menyambut baik dan mendukung sepenuhnya agar kerja sama ini dapat terjalin. Kita berharap investasi ini dapat memberikan dampak terhadap peningkatan investasi dan pertumbuhan perekonomian di Kota Banda Aceh," ujar Illiza.

Lokasi hotel yang berada di depan Masjid Raya Baiturrahman membuat proyek ini menyentuh kawasan bersejarah sekaligus pusat aktivitas warga Banda Aceh. Karena itu, aspek tata ruang dan dampak sosial dinilai perlu masuk dalam kajian proposal.

Belum ada keterangan mengenai nilai investasi, luas lahan yang dibutuhkan, maupun jadwal pelaksanaan proyek. Pemko Banda Aceh menunggu dokumen lengkap dari PT APCA Tirta Engineering sebelum mengambil langkah lanjutan.

Reporter: Jonatan Nasution
Sumber: sinarpost.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top