Nasdem Lhokseumawe Datangi Rumah Duka Siswa Poltekpel Aceh, Minta Kematian Muhammad Raisya Diusut Tuntas

Penulis: Jonatan Nasution  •  Jumat, 02 Oktober 2026 | 07:02:01 WIB
Rombongan Partai Nasdem mendatangi rumah duka Muhammad Raisya di Lhokseumawe.

LHOKSEUMAWE — Kedatangan rombongan Nasdem ke rumah duka menjadi bentuk dukungan moral bagi keluarga yang tengah berduka. Azhar Mahmud menyebut pihaknya turut mendoakan almarhum agar mendapatkan tempat terbaik dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

Dalam kunjungan itu, Nasdem tidak hanya menyampaikan belasungkawa. Partai tersebut mendesak aparat penegak hukum menelusuri seluruh rangkaian peristiwa sebelum Muhammad Raisya meninggal dunia.

Desakan Pengusutan Menyeluruh dan Transparan

Azhar menilai proses penanganan perkara perlu dilakukan secara menyeluruh, bukan sekadar mencari penyebab kematian. Menurutnya, peristiwa-peristiwa sebelumnya juga harus ditelusuri agar fakta yang sebenarnya terungkap.

"Persoalan ini harus segera diusut tuntas. Bukan saja soal penyebab kematian, tetapi juga terhadap peristiwa-peristiwa sebelumnya," kata Azhar.

Ia meminta aparat penegak hukum menjalankan penyelidikan secara profesional, mendalam, dan transparan. Keterbukaan dinilai penting agar keluarga memperoleh kepastian mengenai peristiwa yang dialami almarhum.

"Pengusutan secara mendalam dan transparan harus segera dilakukan oleh aparat penegak hukum. Hal tersebut menjadi cerminan profesionalisme APH sekaligus menguatkan kepercayaan masyarakat," ujarnya.

Azhar juga berharap hasil penyelidikan dapat disampaikan kepada publik sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada Muhammad Raisya.

Pesan Surya Paloh dan Sorotan pada Lingkungan Pendidikan Taruna

Dalam kunjungan tersebut, Azhar menyampaikan pesan belasungkawa dari Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. Almarhum diketahui merupakan alumni Sekolah Sukma Bangsa angkatan ke-12, lembaga pendidikan yang didirikan Surya Paloh.

"Beliau sangat sedih dan prihatin terhadap musibah yang menimpa ananda Muhammad Raisya Fadilah," ujar Azhar.

Azhar menambahkan, kejelasan mengenai rangkaian peristiwa yang dialami Muhammad Raisya penting untuk menjawab pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat. Hal itu sekaligus memberikan kepastian bagi keluarga almarhum.

Menurutnya, pengungkapan peristiwa secara terang juga menjadi bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di lingkungan pendidikan dan pembinaan taruna.

"Kami berharap persoalan seperti ini tidak lagi terjadi ke depannya," ujarnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum maupun pihak Poltekpel Aceh mengenai perkembangan penyelidikan kasus tersebut.

Reporter: Jonatan Nasution
Sumber: waspadaaceh.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top