ACEH — Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) ukuran 1 gram turun Rp 23.000 atau 0,89 persen dalam sepekan, dari Rp 2.597.000 pada Senin (28/9/2026) menjadi Rp 2.574.000 pada Sabtu (3/10/2026). Pelemahan terjadi di hampir semua ukuran, dari 0,5 gram hingga 1.000 gram, meski sempat ada kenaikan pada Rabu.
PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatatkan tren penurunan harga emas sepanjang periode 28 September hingga 3 Oktober 2026. Sepanjang pekan tersebut, harga emas Antam 1 gram bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah, meski sempat mengalami kenaikan pada Rabu (30/9/2026).
Data perdagangan Logam Mulia menunjukkan harga emas Antam 1 gram dibuka di level Rp 2.597.000 pada Senin. Harga kemudian turun tajam ke Rp 2.580.000 pada Selasa, sebelum kembali naik ke Rp 2.595.000 pada Rabu.
Memasuki Kamis, harga kembali melemah menjadi Rp 2.581.000. Penurunan berlanjut pada Jumat ke Rp 2.576.000, dan ditutup di Rp 2.574.000 pada Sabtu.
Level tertinggi emas Antam 1 gram sepanjang periode ini tercatat pada Senin di Rp 2.597.000. Sementara harga terendah terjadi pada Sabtu di Rp 2.574.000.
Selisih antara harga tertinggi dan terendah mencapai Rp 23.000 per gram, setara penurunan 0,89 persen secara mingguan.
Penurunan tidak hanya terjadi pada ukuran 1 gram. Emas Antam 0,5 gram turun dari Rp 1.348.500 pada Senin menjadi Rp 1.337.000 pada Sabtu, berkurang Rp 11.500.
Untuk ukuran 5 gram, harga melorot dari Rp 12.800.000 menjadi Rp 12.645.000 atau turun Rp 155.000. Emas 10 gram turun dari Rp 25.520.000 ke Rp 25.235.000, berkurang Rp 285.000.
Penurunan lebih besar terlihat pada ukuran jumbo. Emas 100 gram turun dari Rp 254.060.000 menjadi Rp 251.612.000, atau berkurang Rp 2.448.000. Adapun emas 1.000 gram melemah dari Rp 2.537.600.000 ke Rp 2.514.600.000.
Penurunan harga emas Antam membuka peluang bagi masyarakat yang ingin membeli logam mulia sebagai instrumen investasi. Harga yang lebih rendah membuat biaya masuk untuk pembelian emas fisik menjadi lebih terjangkau, terutama untuk ukuran kecil seperti 0,5 gram dan 1 gram yang paling banyak diminati investor ritel.
Sebaliknya, bagi investor yang sudah memegang emas Antam sejak awal pekan, nilai aset mereka mengalami penurunan sekitar 0,89 persen dalam lima hari perdagangan.
Pergerakan harga emas Antam ke depan masih akan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk harga emas global, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, dan permintaan pasar domestik. Fluktuasi harga emas Antam sepanjang pekan ini menunjukkan bahwa logam mulia tetap menjadi instrumen investasi yang perlu dicermati pergerakannya secara berkala.
Bagi calon pembeli, pelemahan harga dalam sepekan terakhir bisa menjadi momen untuk mempertimbangkan masuk ke pasar emas fisik, terutama jika tren penurunan berlanjut dalam beberapa hari ke depan.