ACEH TIMUR — Penghargaan tersebut diberikan Nyalanesia, perusahaan rintisan berbasis socio-edu-preneur yang mengembangkan program literasi sekolah terpadu di Indonesia. Dinar menerima anugerah itu di sela acara Festival Literasi Aceh yang digelar di Pendopo Gubernur Aceh.
Kepada media, Dinar menyebut penghargaan ini sebagai bagian dari perjalanan panjangnya di dunia literasi dan kepenulisan. Perempuan kelahiran Langsa, 7 Maret 1982 itu sehari-hari menjabat sebagai kepala madrasah. Di luar tugasnya, ia tetap aktif menulis buku dan terlibat dalam berbagai kegiatan pengembangan literasi.
Dinar menuturkan, kiprahnya di dunia kepenulisan dimulai pada 2019. Perjalanan itu kemudian berlanjut ke tingkat nasional.
"Pada tahun 2022, dirinya terpilih sebagai penggerak literasi nasional dari Nyalanesia. Saya meraih berbagai penghargaan penulis tingkat nasional bahkan ASEAN sejak tahun 2019," ucap Dinar.
Dedikasinya sebagai penggerak literasi juga mendapat pengakuan di tingkat daerah. Sejak 2019, ia pernah memperoleh penghargaan sebagai Penggerak Literasi Kabupaten Aceh Timur dari Kantor Kementerian Agama dan Bupati Aceh Timur.
Plt Ketua Ikatan Guru Indonesia Daerah Aceh Timur, Agussalim, menilai Dinar tidak hanya berprestasi di bidang literasi. Menurutnya, Dinar juga meraih juara satu guru berprestasi dan juara dua guru inspirasi tingkat provinsi.
Agussalim yang juga menjabat Kepala MIN 30 Aceh Timur menyampaikan, berbagai penghargaan itu menjadi catatan atas konsistensi Dinar dalam menjalankan dua peran sekaligus.
"Dinar sebagai pendidik dan penulis, dari ruang kelas hingga dunia kepenulisan. Ia terus mengambil bagian dalam mendorong tumbuhnya budaya membaca, menulis dan berkarya," ujarnya.
Agussalim menambahkan, penghargaan dalam Festival Literasi Aceh di Pendopo Gubernur Aceh menambah panjang rekam jejak Dinar sebagai salah seorang penggerak literasi yang berasal dari Aceh Timur.
"Harapannya, semoga Dinar terus menggerakkan literasi dari tingkat kabupaten, provinsi, nasional dan ASEAN serta berlanjut ke tingkat internasional," pungkas Agussalim.