NTP Aceh Naik 0,90 Persen pada September 2026, Harga Kopi hingga Sawit Jadi Pendorong

Penulis: Monang Simanjuntak  •  Senin, 05 Oktober 2026 | 14:31:01 WIB
Kepala BPS Aceh, Agus Andria, menyampaikan NTP Aceh naik 0,90 persen pada September 2026.

BANDA ACEH — Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Agus Andria, menyampaikan kenaikan NTP terjadi pada sejumlah subsektor berdasarkan hasil pemantauan survei harga di wilayah perdesaan.

Empat subsektor yang mencatat kenaikan adalah hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, peternakan, dan pembudidaya ikan.

"Kalau dilihat menurut subsektor, kenaikan NTP terjadi pada subsektor hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, peternakan, dan pembudidaya ikan," kata Agus.

Indeks Harga Diterima Petani Naik 1,10 Persen

Pada September 2026, Indeks Harga yang Diterima Petani (It) tercatat 163,15, naik 1,10 persen dibandingkan Agustus. Kenaikan It terutama dipengaruhi komoditas kopi, jagung, dan kelapa sawit.

Di sisi lain, Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) berada pada angka 126,27, hanya meningkat 0,19 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan Ib dipengaruhi harga cabai merah, beras, dan daging ayam ras.

Selisih pertumbuhan kedua indeks itulah yang membuat NTP Aceh akhirnya naik 0,90 persen menjadi 129,21. Harga yang diterima petani tumbuh jauh lebih cepat daripada harga yang harus mereka bayar.

NTP Aceh Masih di Bawah Angka Nasional

Secara nasional, NTP pada September 2026 tercatat 131,11, meningkat 1,49 persen dibandingkan Agustus. Posisi Aceh masih berada di bawah rata-rata nasional.

Meski demikian, pergerakan pada September menunjukkan perbaikan dibandingkan bulan sebelumnya. NTP di atas 100 menandakan petani memiliki daya beli yang lebih baik dibandingkan periode dasar survei.

Apa Arti Kenaikan NTP bagi Petani Aceh?

NTP dihitung dari perbandingan indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar. Angka 129,21 berarti posisi tukar petani terhadap barang dan jasa yang mereka konsumsi membaik dibandingkan Agustus.

Kenaikan ini ditopang harga komoditas perkebunan rakyat yang menguat, terutama kopi dan kelapa sawit. Keduanya merupakan komoditas andalan sejumlah kabupaten di Aceh.

BPS Aceh mencatat survei harga dilakukan di wilayah perdesaan pada September 2026. Data itu menjadi dasar penghitungan NTP bulanan yang dirilis resmi oleh BPS.

Reporter: Monang Simanjuntak
Sumber: masakini.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top