Inggris Siap Ikuti Uni Eropa Berlakukan Bea Impor Mobil Listrik China

Penulis: Parsaoran Hutapea  •  Senin, 05 Oktober 2026 | 14:36:31 WIB
Inggris bersiap memberlakukan bea impor kendaraan listrik China untuk menyelaraskan kebijakan dengan Uni Eropa.

ACEH — Inggris bersiap memberlakukan bea impor pada kendaraan listrik China demi memenuhi permintaan Uni Eropa, langkah yang menjadi pukulan bagi merek seperti BYD, MG, dan Jaecoo. Brussel memperingatkan Inggris berisiko dikeluarkan dari aturan konten lokal "Made in Europe" jika tidak bertindak. Merek China kini menguasai 23 persen penjualan mobil baru di Inggris pada September, dengan Jaecoo 7 sebagai model terlaris.

Rencana bea impor kendaraan listrik China oleh London muncul setelah Uni Eropa menekan Inggris untuk menyelaraskan kebijakan tarifnya. Times of London melaporkan bahwa Brussel telah memperjelas konsekuensi yang dihadapi Inggris jika tetap membiarkan pintu masuk mobil listrik China tanpa tarif tambahan.

Pejabat Uni Eropa menilai Inggris berpotensi menjadi pintu belakang bagi ekspor China ke pasar Eropa. Kondisi itu mendorong Brussel mengaitkan kepatuhan tarif dengan keikutsertaan Inggris dalam skema konten lokal "Made in Europe".

Ancaman Dikeluarkan dari Aturan "Made in Europe"

Uni Eropa memperingatkan bahwa Inggris menghadapi risiko dikeluarkan dari mekanisme "Made in Europe" apabila tidak mengambil tindakan terkait tarif kendaraan listrik China. Aturan konten lokal itu menjadi syarat penting bagi produsen yang ingin memanfaatkan insentif dan akses pasar Eropa.

Pejabat Inggris sebenarnya khawatir terhadap potensi pembalasan China terhadap Jaguar Land Rover Automotive Plc. Namun menurut Times of London, London telah menentukan bahwa dampak ekonomi dari dikeluarkannya Inggris dari mekanisme "Made in Europe" akan jauh lebih merusak dibanding risiko pembalasan tersebut.

BYD, MG, dan Jaecoo Kuasai 23 Persen Pasar Inggris

Pemberlakuan bea impor oleh London akan menjadi kemunduran besar bagi produsen mobil China. Selama ini merek-merek China menikmati keunggulan di Inggris karena tidak menghadapi tarif tambahan untuk kendaraan listrik seperti yang berlaku di Uni Eropa.

Merek termasuk BYD Co., MG milik SAIC Motor Corp., dan Jaecoo milik Chery Automobile Co. telah berkembang pesat di pasar Inggris. Ketiganya meraih 23 persen dari penjualan mobil baru di Inggris pada September, dengan Jaecoo 7 menjadi model baru terlaris di negara tersebut.

Dampak bagi Konsumen dan Pasar Otomotif Inggris

Jika bea impor benar diberlakukan, harga mobil listrik China di Inggris berpotensi naik dan mengurangi daya saing mereka terhadap merek Eropa maupun Jepang. Konsumen Inggris yang selama ini menikmati pilihan kendaraan listrik berharga kompetitif bisa terdampak langsung.

Langkah Inggris ini juga menjadi sinyal bahwa tekanan Uni Eropa terhadap mitra dagangnya semakin kuat dalam melindungi industri otomotif domestik. Sejauh mana London akan menyeimbangkan kepentingan industri dalam negeri, hubungan dagang dengan China, dan komitmen terhadap Brussel masih menjadi pertanyaan besar.

Reporter: Parsaoran Hutapea
Sumber: bloombergtechnoz.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top