ISBI Aceh Rayakan Milad ke-12 di Jantho, Bupati Aceh Besar Sebut Kampus Seni Penggerak UMKM dan Pariwisata

Penulis: Alfian Batubara  •  Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:01:01 WIB
Bupati Aceh Besar menghadiri orasi ilmiah pada Sidang Terbuka Senat Milad ke-12 ISBI Aceh di Jantho.

JANTHO — Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh menggelar Sidang Terbuka Senat Milad ke-12 di kampusnya, Kota Jantho, Kabupaten Aceh Besar. Peringatan itu mengusung tema "Berkarya dalam Seni, Berakar pada Budaya, Melangkah Menuju Masa Depan". Agenda tahunan ini menjadi ajang evaluasi capaian sekaligus penegasan peran perguruan tinggi seni dalam melestarikan kebudayaan Aceh.

Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris hadir dalam orasi ilmiah yang menjadi rangkaian utama milad tersebut. Muharram juga menjabat sebagai Anggota Dewan Pertimbangan ISBI Aceh. Ia menyampaikan ucapan selamat atas perjalanan 12 tahun perguruan tinggi itu.

Peran ISBI Aceh bagi Jantho dan Aceh Besar

Muharram menilai keberadaan ISBI Aceh memiliki arti strategis bagi Aceh Besar, khususnya Kota Jantho. Menurutnya, kampus itu tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan tinggi. ISBI Aceh juga menjadi ruang pengembangan talenta kreatif, pelestarian kearifan lokal, serta penguatan identitas budaya Aceh.

Ia menekankan kemajuan daerah tidak hanya ditentukan pembangunan fisik dan ekonomi. Kualitas sumber daya manusia, identitas budaya, dan kreativitas masyarakat dinilainya sebagai peluang bernilai ekonomi.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, kami mengucapkan selamat Milad ke-12 kepada ISBI Aceh. Selama 12 tahun, ISBI Aceh telah meletakkan fondasi penting dalam pengembangan seni dan budaya, sekaligus berkontribusi menjaga nilai-nilai luhur kebudayaan Aceh agar tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman," ujar Muharram Idris.

Harapan agar Keahlian Akademik Terhubung ke UMKM dan Pariwisata

Muharram berharap ISBI Aceh terus melestarikan seni, bahasa, adat, dan pengetahuan lokal melalui pendidikan dan penelitian. Ia meminta semua itu tetap berlandaskan nilai keislaman.

Ia juga ingin keahlian dan potensi akademik ISBI Aceh terhubung lebih erat dengan kebutuhan masyarakat. Sejumlah sektor yang disebutnya antara lain usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kerajinan, pertunjukan seni, promosi pariwisata, serta kegiatan kebudayaan yang membuka peluang usaha baru.

"Pemerintah Kabupaten Aceh Besar siap memperkuat koordinasi dan kerja sama dengan ISBI Aceh melalui program-program yang terarah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami berharap kolaborasi ini dapat menjadikan seni dan budaya bukan hanya sebagai warisan yang dijaga, tetapi juga sebagai kekuatan untuk meningkatkan kreativitas, kesejahteraan, dan pembangunan daerah," katanya.

Rektor: 12 Tahun Jadi Titik Evaluasi dan Persiapan Langkah Strategis

Rektor ISBI Aceh, Prof. Dr. Wildan, M.Pd., mengapresiasi kehadiran para undangan dalam sidang terbuka tersebut. Ia menegaskan perjalanan 12 tahun ISBI Aceh merupakan hasil kerja bersama dalam mengembangkan seni dan budaya.

"Dua belas tahun perjalanan ISBI Aceh bukan sekadar rangkaian angka dalam perjalanan waktu, melainkan refleksi dari perjuangan dan komitmen bersama untuk membangun institusi pendidikan tinggi seni budaya yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa," ujar Wildan.

Menurut Wildan, momentum Milad ke-12 menjadi kesempatan mengevaluasi capaian, memperkuat komitmen kelembagaan, serta mempersiapkan langkah strategis menghadapi tantangan masa depan. Perguruan tinggi seni, katanya, harus terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan akar budaya dan nilai-nilai yang menjadi identitas masyarakat Aceh.

Ia berharap ISBI Aceh semakin memperkuat posisinya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, ruang tumbuhnya kreativitas, dan penggerak pemajuan kebudayaan.

"Kami berkomitmen mewujudkan pendidikan tinggi seni budaya yang berlandaskan nilai-nilai adat, bernapaskan keislaman, serta memiliki visi yang adaptif dan berorientasi pada masa depan. Melalui kolaborasi dan kebersamaan seluruh sivitas akademika, kami ingin menjadikan ISBI Aceh sebagai ruang lahirnya gagasan, karya, dan generasi kreatif yang mampu menjaga warisan budaya sekaligus menjawab tantangan masa depan," cetusnya.

Sejumlah Rektor dan Tokoh Adat Hadir di Sidang Terbuka Senat

Sidang terbuka senat itu dihadiri sejumlah tokoh pendidikan dan adat. Tampak hadir Ketua Senat ISBI Aceh, Ketua Satuan Pengawas Internal (SPI) ISBI Aceh, serta Dewan Pertimbangan ISBI Aceh.

Hadir pula Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Provinsi Aceh, Wakil Rektor II Universitas Syiah Kuala (USK), Rektor Universitas Teuku Umar (UTU), dan Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang. Turut hadir Ketua Mahkamah Syar'iyah Aceh Besar, perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan, Manajer PT PLN Rayon Jantho, para ketua program studi, serta jajaran sivitas akademika ISBI Aceh.

Reporter: Alfian Batubara
Sumber: waspada.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top