ACEH — Apple menaikkan harga jajaran MacBook Pro 2026, dengan model 16 inci M5 Pro kini dibanderol USD 2.999 atau naik USD 300 dari harga sebelumnya. Kenaikan ini dipicu kelangkaan komponen memori dan penyimpanan akibat lonjakan kebutuhan data center AI. Model 14 inci M5 dijual USD 1.999, naik USD 300 dari posisi sebelum kenaikan.
Apple mengumumkan kenaikan harga untuk seluruh lini MacBook Pro tahun ini. Langkah tersebut diambil setelah perusahaan tidak lagi mampu menyerap dampak kelangkaan komponen yang melanda industri PC global.
Penyebab utamanya adalah data center AI yang menggerus pasokan rantai komponen penting seperti memori, penyimpanan, dan GPU. Kondisi ini membuat biaya produksi elektronik melonjak agresif dalam beberapa waktu terakhir.
Pada 2021, Apple baru memulai transisi ke chip silikon buatan sendiri setelah meninggalkan prosesor Intel dan GPU AMD. Lini MacBook Pro saat itu hadir dengan chip M1 Pro dan M1 Max dalam bodi yang sedikit lebih tebal.
Berikut harga model entry-level MacBook Pro 2021:
Sementara itu, harga model entry-level MacBook Pro 2026 setelah kenaikan:
Jika disesuaikan dengan inflasi Amerika Serikat, harga MacBook Pro 14 inci M1 Pro pada 2021 setara USD 2.467 di 2026. Adapun model 16 inci setara USD 3.084.
Sebelum terkena kenaikan USD 300, MacBook Pro 14 inci generasi terbaru sebenarnya lebih murah dibanding model 2021. Perlu dicatat, model entry-level saat ini memakai chip M5 dasar, sedangkan model lama sudah memakai versi Pro dari M1.
Perbedaan chip tersebut menunjukkan sedikit pergeseran strategi Apple dibanding lima tahun lalu. Meski begitu, lompatan performa generasi M-series sejak 2021 membuat selisih ini tidak terlalu signifikan bagi sebagian pengguna.
Untuk model 16 inci, harga sebelum kenaikan hanya sedikit lebih mahal dari versi 2021. Setelah naik USD 500, harganya kini mendekati angka yang setara inflasi. Label USD 3.000 bisa membuat calon pembeli berpikir ulang soal kebutuhan layar lebih luas dan tenaga M5 Pro.
MacBook Pro 2026 mengusung chip M5, M5 Pro, dan M5 Max. Peningkatan performa grafis dan pemrosesan disebut jauh lebih besar dibanding model berusia lima tahun, termasuk kemampuan menjalankan game yang lebih baik dari seri M1.
Kenaikan harga akibat faktor AI mengubah peta perbandingan biaya antara MacBook Pro 2021 dan 2026. Tanpa kelangkaan memori, selisih harga keduanya seharusnya hanya berbeda tipis.
Kelangkaan memori dan efek berantainya diperkirakan masih berlangsung setidaknya beberapa tahun ke depan. Kondisi ini membuka peluang harga MacBook Pro generasi berikutnya ikut melonjak.
Bagi pengguna yang butuh laptop Apple untuk kerja berat, MacBook Pro 14 inci M5 jadi pilihan paling masuk akal dari sisi harga. Adapun model 16 inci lebih cocok untuk profesional yang memang memerlukan layar luas dan tenaga M5 Pro.