JAKARTA — Prosesi peusijuek atau tepung tawar digelar untuk Dr. (Cand.) Tgk. H. Khaidir Abdurrahman, S.IP., M.AP., putra Aceh yang resmi terpilih sebagai anggota BPK RI. Tradisi warisan leluhur itu berlangsung khidmat di Kantor Badan Penghubung Pemerintah Aceh, Gondangdia, Cikini, Jakarta Selatan.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ajang silaturahmi warga Aceh di perantauan. Selain ritual adat, acara diisi tausyiah dari Tgk. H. Tu Bulqaini Tanjong yang menambah suasana religius pertemuan.
Peusijuek bukan sekadar formalitas. Di dalamnya terkandung untaian doa agar Khaidir senantiasa diberkahi, diberi keselamatan, dan dimudahkan saat menjalankan tugas negara.
Juru bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Muntasir Ramli, menyampaikan bahwa Bupati Ismail A. Jalil secara langsung memberi ucapan selamat kepada Khaidir. "Bupati berharap amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas tinggi, dan profesionalisme, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara," ujar Muntasir kepada Waspada.id.
Terpilihnya Khaidir sebagai anggota BPK RI membawa kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Serambi Mekah. Bupati Aceh Utara menilai pencapaian itu membuktikan putra-putri Aceh punya kapasitas bersaing dan berkontribusi di tingkat nasional.
Kehadiran anak Aceh di BPK RI diharapkan mendorong tata kelola keuangan negara yang lebih transparan dan akuntabel. Pesan lain yang dibawa Bupati: nilai adat dan kebersamaan warga Aceh harus tetap dijaga di mana pun berada.
Momen sakral ini menjadi magnet berkumpulnya tokoh besar asal Aceh yang menduduki posisi strategis di tingkat nasional. Deretan tokoh yang hadir antara lain:
Perwakilan Persatuan Aceh Serantau, Pengurus Pase Serantau Aceh Utara (PSAU), Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda (PP.TIM), Komunitas Sahabat Kuliner Aceh di Jakarta, serta jajaran Forum Bersama (Forbes) dan anggota DPD-DPR RI asal Aceh juga hadir.
Dukungan kolektif dari berbagai elemen itu menjadi modal sosial bagi Khaidir untuk menjaga uang rakyat dan mengharumkan nama Aceh di panggung nasional.