BANDA ACEH — Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, Nasyithah Az Zahra Lubis, menyampaikan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih akan berlangsung hingga besok, 14 Oktober 2026. Peringatan dini ini dikeluarkan menyusul pemantauan kondisi atmosfer yang menunjukkan peningkatan aktivitas pembentukan awan hujan di wilayah Aceh.
Masyarakat, terutama yang tinggal di daerah rawan banjir dan tanah longsor, diimbau meningkatkan kewaspadaan serta memantau perkembangan informasi cuaca dari BMKG untuk mengantisipasi dampak cuaca buruk.
Pada Selasa (13/10/2026), BMKG mencatat 17 kabupaten dan kota di Aceh berpotensi dilanda hujan sedang hingga lebat. Wilayah-wilayah tersebut tersebar dari pesisir barat hingga timur Aceh.
Potensi cuaca buruk tidak berhenti hari ini. BMKG memperkirakan 15 wilayah di Aceh masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat pada Rabu (14/10/2026), termasuk Kota Banda Aceh.
Warga di kawasan rawan banjir dan longsor diminta bersiap menghadapi kemungkinan bencana hidrometeorologi. Genangan air, banjir kiriman, hingga tanah longsor menjadi risiko utama saat curah hujan tinggi melanda wilayah dengan topografi berbukit dan aliran sungai yang padat permukiman.
BMKG mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca tersebut. Bencana jenis ini mencakup banjir, banjir bandang, tanah longsor, hingga angin kencang yang sering menyertai hujan lebat.
Pemantauan informasi cuaca dari BMKG menjadi langkah utama untuk mengantisipasi dampak cuaca buruk. Warga yang tinggal di bantaran sungai, lereng bukit, dan kawasan rendah diminta segera mengungsi jika kondisi air mulai meningkat.