BIREUEN — Penutupan hari jadi Kabupaten Bireuen digelar di halaman Masjid Agung Sulthan Jeumpa, Senin malam (12/10/2026). Rangkaian acara dibuka dengan penampilan hadrah Sanggar Meuligoe Jeumpa dan marawis dari Dinas Syariat Islam Bireuen.
Hadirin kemudian menyaksikan pemutaran video kinerja Bupati H. Mukhlis, S.T., bersama Wakil Bupati Ir. H. Razuardi, M.T. Video ucapan selamat HUT ke-27 Bireuen dari Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf turut ditayangkan.
Dalam sambutannya, Mukhlis menekankan keteladanan Nabi Muhammad SAW perlu diwujudkan dalam pelaksanaan tugas pemerintahan. Nilai itu tampak melalui kejujuran menjaga amanah, keadilan mengambil kebijakan, serta kepedulian terhadap sesama.
Ia juga menegaskan capaian pembangunan daerah bukan hasil kerja satu atau dua orang. Menurutnya, keberhasilan itu buah kerja bersama seluruh unsur masyarakat dan pemerintahan.
"Tidak ada kemenangan Bupati atau Wakil Bupati. Ini adalah kemenangan kolektif, hasil kerja keras ASN, tenaga medis, guru, petani, keuchik, dan doa para ulama," tegas Bupati Mukhlis.
Pemkab Bireuen memaparkan sejumlah capaian selama kepemimpinan Mukhlis-Razuardi. Di antaranya penguatan syiar Islam lewat program Gampong Bershalawat dan peluncuran Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) pertama di Aceh yang menyediakan pendidikan gratis dan berasrama.
Pemerintah daerah juga menyebut modernisasi RSUD dr. Fauziah Bireuen. Penanganan stunting tercatat 75 persen dan disebut sebagai yang terbaik di Aceh.
Capaian lain mencakup penyelesaian Qanun Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) serta progres pembenahan PDAM Krueng Peusangan.
Prosesi penutupan ditandai pemukulan rapai bersama, lalu dilanjutkan lantunan Salawat Badar. Puncak acara berupa ceramah agama yang disampaikan Dr. Habib Ali Zainal Abidin Al Kaff.
Habib Ali menguraikan nilai kepemimpinan, kesetiaan, dan persaudaraan yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW bersama para sahabat. Menurutnya, keteladanan itu menjadi pedoman membangun kehidupan masyarakat yang harmonis dan berlandaskan nilai Islam.
Ia membahas sirah nabawiyah, perjalanan hijrah Rasulullah SAW, serta hubungan beliau dengan para sahabat dari berbagai latar belakang. Salah satu kisah yang disampaikan adalah keteladanan Rasulullah memperlakukan kaum dhuafa dan sahabat yang hidup dalam keterbatasan, seperti Julaybib r.a.
Habib Ali mengingatkan Rasulullah SAW tidak membalas keburukan dengan keburukan, melainkan mengedepankan kebaikan. Nilai itu dinilai relevan diterapkan dalam hubungan keluarga, bermasyarakat, maupun menjalankan tanggung jawab kepemimpinan.
Penutupan HUT ke-27 Bireuen dihadiri Bupati Pidie Jaya, Staf Ahli Bupati Pidie, Forkopimda, dan Wakil Ketua DPRK Bireuen. Tampak pula Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Bireuen dan Kepala Kantor Kementerian Agama Bireuen.
Hadir pula pimpinan perbankan, pimpinan Aceh Energy dan BPMA, Ketua TP-PKK, Ketua BKMT Bireuen, serta Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP). Para kepala SKPK, tokoh ulama, dan masyarakat turut memadati lokasi acara.