Bupati Aceh Tengah Dorong Produksi Kopi Gayo Naik demi Penuhi Permintaan Pasar Internasional

Penulis: Ricki Manurung  •  Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:02:01 WIB
Bupati Aceh Tengah Haili Yoga menyampaikan permintaan Kopi Gayo di pasar internasional terus tumbuh sementara produksi daerah belum mampu mengimbanginya.

BERASTAGI — Haili Yoga menyampaikan hal itu di hadapan peserta pertemuan yang mempertemukan para pelatih lapangan kopi dari sejumlah daerah. Ia menyebut permintaan Kopi Gayo di luar negeri terus tumbuh, sementara produksi di daerahnya belum mampu mengimbanginya.

“Hari ini kolaborasi dari teman-teman ITFC dan SCOPI untuk meningkatkan produksi Kopi Gayo yang saat ini diminati di luar negeri, tapi kami kekurangan produksi kopi demi memenuhi permintaan pasar,” kata Haili dalam kegiatan tersebut.

Bupati mengungkapkan bencana berdampak terhadap hampir 12.000 hektare lahan di Kabupaten Aceh Tengah. Angka itu menjadi tekanan tersendiri bagi upaya menaikkan volume panen.

Pelatihan 5.156 Petani di Empat Provinsi

Ketua Dewan Pengurus SCOPI Irvan Helmi melaporkan sebanyak 5.156 petani telah mendapatkan pelatihan dari Master Trainer SCOPI. Rinciannya, 3.253 petani laki-laki atau 63 persen dan 1.903 petani perempuan atau 37 persen.

“Sampai saat ini selama 5 tahun telah dilaksanakan pelatihan di 4 provinsi di Indonesia serta menghasilkan 4 outcome yaitu penguatan Master Trainer, peningkatan kapasitas petani, peningkatan bisnis Master Trainer, serta pengambilan keputusan berbasis data yang diolah sendiri,” jelas Irvan.

Pelatihan itu berdampak pada produktivitas. Hasilnya menunjukkan peningkatan produksi green bean sebesar 647 kilogram per hektare atau naik 13,7 persen.

Potensi Panen Baru Terpakai Sepertiga

Irvan menilai masih ada ruang besar untuk menaikkan produktivitas kebun kopi lewat kerja sama dengan pemerintah daerah. Menurutnya, kebun kopi saat ini baru menghasilkan sepertiga dari potensi yang tersedia pada luas lahan yang ada.

“Hari ini perkebunan kita baru menghasilkan 1/3 dari potensi yang ada dengan luas lahan saat ini. Kita melihat banyak ruang kerja sama yang bisa kita kolaborasikan bersama daerah seperti pembaharuan nota kesepahaman untuk pengembangan perkebunan pasca bencana dan kegiatan berkelanjutan lainnya,” ujar Irvan.

General Manager ITFC Nasser Al-Thekair menyebut penguatan kapasitas menjadi salah satu upaya meningkatkan kemampuan petani menghasilkan produksi lebih tinggi. “Inti program ini membantu petani ketika mereka membutuhkan melalui para Master Trainer. Pengalaman mereka sudah siap untuk diimplementasikan di lapangan,” ujarnya.

Setelah kegiatan ditutup, ITFC akan mengevaluasi berbagai program yang berpotensi memberi manfaat bagi masyarakat.

Petani Aceh Tengah Raih Penghargaan SCOPI

Dalam pertemuan itu, Istiqomah, petani perempuan asal Aceh Tengah, menerima penghargaan SCOPI kategori Coffee Master Trainer (MT) of the Year. Ia sebelumnya menerima penghargaan Women Hero dari Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) di Roma, Italia.

Kepala Bidang Perkebunan Kabupaten Karo Johan Ginting, mewakili Bupati Karo, menyebut kopi berperan penting dalam perekonomian nasional, khususnya di Kabupaten Karo. “Kami berharap kerja sama yang kita jalankan dapat memberikan ilmu agar produktivitas petani kopi meningkat,” ujarnya.

Kegiatan di Hotel Grand Mutiara, Kecamatan Berastagi, itu juga dihadiri Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Aceh Tengah. Acara ditutup dengan kunjungan ke stan pameran produk hasil karya Master Trainer SCOPI dari berbagai daerah.

Reporter: Ricki Manurung
Sumber: nukilan.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top