Harga Emas Perhiasan di Banda Aceh Turun Rp30.000 per Mayam, Antam Ikut Melemah Rp4.000 per Gram

Penulis: Monang Simanjuntak  •  Kamis, 22 Oktober 2026 | 14:31:01 WIB
Pedagang melayani pembeli emas perhiasan di salah satu toko di Banda Aceh.

BANDA ACEH — Penurunan harga emas perhiasan di Banda Aceh tidak serta-merta membuat pembeli bisa merogoh kocek lebih sedikit. Di luar harga dasar emas, konsumen masih harus menyiapkan biaya pembuatan perhiasan sebesar Rp200.000 hingga Rp250.000 per mayam.

Biaya tersebut dibayarkan terpisah dan tidak termasuk dalam harga emas yang terpampang di etalase toko.

Antam Turun Rp4.000, Buyback Ikut Melemah

Pergerakan harga juga tercatat pada emas batangan PT Aneka Tambang (Antam). Berdasarkan laman Logam Mulia yang dipantau, harga emas Antam turun Rp4.000 menjadi Rp2.550.000 per gram dari posisi sebelumnya Rp2.554.000 per gram.

Harga jual kembali (buyback) emas Antam turut turun menjadi Rp2.365.000 per gram.

Pajak 1,5 Persen untuk Buyback di Atas Rp10 Juta

Transaksi buyback dengan nilai di atas Rp10 juta dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen. Pajak tersebut dipotong langsung dari total nilai transaksi yang diterima penjual.

Harga emas batangan Antam dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan harga pasar.

Mayam, Ukuran Khas Aceh yang Masih Dipakai

Di Aceh, emas perhiasan masih diperdagangkan dalam satuan mayam, bukan gram. Satuan ini melekat pada tradisi warga setempat, termasuk dalam urusan mahar pernikahan dan simpanan keluarga.

Fluktuasi harga per mayam karena itu langsung terasa di tingkat rumah tangga, terutama bagi pasangan yang tengah menyiapkan pernikahan atau warga yang menjadikan emas sebagai tabungan.

Reporter: Monang Simanjuntak
Sumber: masakini.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top