Exynos 2700 Klaim Ungguli Snapdragon 8 Elite Gen 6 di Benchmark

Penulis: Jonatan Nasution  •  Senin, 26 Oktober 2026 | 14:36:01 WIB
Samsung dikabarkan menyiapkan Exynos 2700 dengan klaim performa CPU multi-core sekitar 20% lebih tinggi dari Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6.

ACEH — Samsung dikabarkan menyiapkan Exynos 2700 dengan performa CPU multi-core sekitar 20% lebih tinggi dari Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 dalam pengujian Geekbench. Hasil yang disebut berasal dari internal Samsung itu menunjukkan skor sekitar 13.000 poin, dibandingkan rival Qualcomm di kisaran 11.000 poin. Jika terbukti di perangkat komersial, persaingan chipset flagship 2027 berpotensi berubah.

Pada Geekbench 7.0, Exynos 2700 masih dilaporkan unggul sekitar 15% atas chipset Qualcomm tersebut. Namun tangkapan layar pengujian tidak dibagikan langsung oleh Samsung, sehingga hasil ini belum bisa diverifikasi secara independen.

Klaim Keunggulan GPU dan Performa Gaming

Keunggulan yang diklaim tidak berhenti di CPU. Dalam pengujian grafis, SoC Samsung ini disebut unggul sekitar 20% pada performa puncak GPU dibanding Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6. Pada pengujian grafis 3D lainnya, selisihnya mengecil menjadi sekitar 5%.

Untuk pengguna smartphone flagship, angka GPU biasanya lebih menentukan pengalaman gaming dibanding skor CPU. Sayangnya, bahan uji grafis tersebut juga tidak disertai dokumentasi resmi, jadi klaim ini masih perlu pembuktian lewat pengujian pihak ketiga.

Fabrikasi 2 nm Generasi Kedua dan Heat Path Block

Exynos 2700 disebut bakal diproduksi dengan proses fabrikasi 2 nm generasi kedua Samsung Foundry, SF2P. Samsung juga menyiapkan teknologi Heat Path Block (HPB) yang ditingkatkan untuk membuang panas dan menjaga performa saat SoC bekerja keras.

Dua hal itu krusial. Chipset flagship sering kehilangan performa puncaknya saat suhu naik dalam sesi gaming panjang, dan solusi termal menjadi pembeda nyata antara skor benchmark dan pengalaman harian.

Kapan Exynos 2700 Dipakai di Perangkat Komersial

SoC ini diperkirakan digunakan pada seri Samsung Galaxy S27 yang meluncur awal 2027. Artinya, masih ada jarak cukup panjang sebelum klaim performa ini bisa diuji di perangkat ritel.

Beberapa hal belum terjawab: performa saat bermain game dalam waktu lama, suhu kerja, serta konsumsi daya. Tiga faktor itu justru paling menentukan apakah Exynos 2700 benar-benar kompetitif melawan Qualcomm di pasar flagship.

Bagi pelaku bisnis digital dan investor, sinyal ini relevan karena lini Exynos memengaruhi struktur biaya Samsung di segmen premium. Jika performanya mendekati atau melampaui Snapdragon, Samsung punya ruang lebih besar menekan ketergantungan pada chipset pihak ketiga sekaligus menekan harga jual perangkat flagship-nya.

Reporter: Jonatan Nasution
Sumber: gadget.jagatreview.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top