MEULABOH — Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyatakan wilayah terdampak meliputi Kecamatan Pante Ceureumen, Sungai Mas, dan Woyla Barat. Sebelumnya, banjir dilaporkan merendam enam desa di Kecamatan Pante Ceureumen pada Sabtu, 31 Oktober 2026.
Enam desa di Pante Ceureumen yang terendam yakni Gampong Keutambang, Lawet, Jambak, Puloe Teungoh, Lango, dan Canggai. Air mulai memasuki permukiman penduduk dan menggenangi akses jalan pada Sabtu sekitar pukul 20.00 WIB.
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kabupaten Aceh Barat, Dharmawan, menyebut banjir dipicu luapan sungai setelah wilayah setempat diguyur hujan lebat selama dua hari terakhir. "Banjir ini dipicu oleh luapan sungai setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi," kata Dharmawan di Meulaboh, seperti dilansir Antara.
Hujan berintensitas tinggi membuat sejumlah sungai di wilayah itu meluap. BNPB mencatat perluasan genangan terjadi dalam kurun sehari setelah laporan awal dari BPBD setempat.
BNPB masih menghimpun informasi dampak bencana. Data jumlah warga terdampak, pengungsi, dan kerusakan belum disampaikan karena menunggu proses verifikasi resmi.
"BNPB akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan penanganan berjalan sesuai kebutuhan di lapangan. Data mengenai jumlah warga terdampak, pengungsi, dan kerusakan akan disampaikan setelah mendapatkan verifikasi resmi," ujar Berton.
Hingga kini belum ada laporan korban jiwa maupun angka kerugian materiil dari peristiwa ini.
Berton menjelaskan BNPB telah berkoordinasi dengan BPBD dan pemerintah daerah untuk memantau kondisi masyarakat terdampak, kebutuhan penanganan darurat, serta mengantisipasi kemungkinan banjir susulan. "Kami berkoordinasi dengan BPBD dan pemerintah daerah untuk memastikan kondisi masyarakat terdampak, kebutuhan penanganan darurat, serta potensi banjir susulan," ujarnya.
Koordinasi itu mencakup pemetaan kebutuhan darurat di desa-desa yang sudah terendam. BNPB juga memantau perkembangan cuaca di sekitar aliran sungai yang meluap.
BNPB mengingatkan masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai dan kawasan rawan banjir agar tetap waspada. Warga diminta mengikuti arahan petugas apabila situasi mulai membahayakan.
"Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di sepanjang aliran sungai dan wilayah rawan banjir, agar meningkatkan kewaspadaan dan segera mengikuti arahan petugas apabila kondisi membahayakan keselamatan," ucap Berton.
Warga di tiga kecamatan terdampak diminta memantau ketinggian air, terutama saat hujan deras kembali turun. Posko darurat dan jalur evakuasi disiapkan mengikuti arahan BPBD setempat.