Ratusan pelajar di SMP Negeri Penanggalan dan SD SMP Alfaqih Ihza Mahdani, Subulussalam, mendapat edukasi langsung tentang bahaya knalpot brong dan pentingnya helm SNI. Kegiatan ini menjadi upaya kepolisian menekan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas sejak usia dini.
SUBULUSSALAM — Satuan Lalu Lintas Polres Subulussalam menggelar kegiatan saweu sikula atau Police Goes to School di dua sekolah, Senin (11/5/2026). Sasaran utamanya adalah siswa SMP Negeri Penanggalan dan SD SMP Alfaqih Ihza Mahdani.
Kapolres Subulussalam, Muhammad Yusuf, menegaskan edukasi tertib berlalu lintas perlu diterapkan sejak dini. Ia menyasar pelajar dari tingkat SD hingga SMA di Kota Subulussalam.
Muhammad Yusuf secara spesifik menyoroti penggunaan knalpot tidak standar yang kerap mengganggu pengguna jalan lain. “Kepada siswa-siswi sekalian agar selalu tertib dalam berlalu lintas, seperti selalu menggunakan helm ber-SNI, patuhi rambu-rambu lalu lintas, dan tidak merubah knalpot standar sepeda motor menjadi knalpot brong atau bising,” ujar Yusuf.
Ia mengingatkan budaya disiplin di jalan raya harus dibangun sejak muda. “Budayakan tertib berlalu lintas sebagai kebutuhan di jalan raya sehingga terciptanya lalu lintas yang aman, selamat, tertib, dan lancar,” katanya.
Polisi berharap kegiatan ini menanamkan pemahaman tentang aspek keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas). Dengan demikian, angka kecelakaan dan pelanggaran di kalangan pelajar bisa ditekan di kemudian hari.
Kegiatan saweu sikula ini merupakan program rutin Satlantas Polres Subulussalam yang menyasar sekolah-sekolah di wilayah hukum setempat.