BANDA ACEH — Gerakan pangan murah itu mulai digelar Rabu (13/5/2026) di kompleks Buddha Tzu Chi dengan alokasi 1.200 paket. Sisa 1.200 paket lainnya menyusul pada Jumat (15/5/2026) di halaman Masjid Al Hidayah, Gampong Lampulo, Banda Aceh.
Kepala Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Kota Banda Aceh, Iskandar, menyebutkan setiap paket berisi beras 5 kilogram seharga Rp59 ribu, telur satu papan Rp40 ribu, gula pasir 2 kilogram Rp30 ribu, dan minyak goreng Sunco 2 liter Rp36 ribu.
Total harga normal keempat komoditas itu di pasaran mencapai Rp215 ribu. Namun, Pemko Banda Aceh menanggung subsidi Rp50 ribu per paket sehingga warga cukup membayar Rp165 ribu.
“Jadi, kalau harga normalnya bisa mencapai Rp215 ribu per paketnya. Akan tetapi, dengan adanya subsidi ini, masyarakat bisa menghemat Rp50 ribu,” ujar Iskandar dalam keterangan yang dikutip Kamis (15/5/2026).
Iskandar menjelaskan program ini merupakan bagian dari upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan menjelang hari raya kurban akhir Mei mendatang. Lonjakan permintaan menjelang Idul Adha kerap memicu kenaikan harga kebutuhan pokok.
“Dalam rangka stabilisasi pangan jelang Idul Adha ini, kita menghadirkan pangan murah sebanyak 2.400 paket untuk masyarakat,” kata Iskandar.
Pembelian paket bersubsidi ini hanya diperuntukkan bagi warga yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kota Banda Aceh. Setiap warga dibatasi pembeliannya untuk memastikan distribusi merata.
Selain meringankan beban warga, Iskandar menegaskan bahwa produk yang dijual dalam program ini bukan sekadar murah, tetapi juga berkualitas. “Selain untuk pangan murah yang telah disubsidi pemerintah, ini juga membantu masyarakat mendapatkan pangan berkualitas dan sehat,” demikian Iskandar.