ACEH — Kawasan SUGBK berubah menjadi lautan merah putih sejak Jumat sore. Para pendukung datang dari berbagai daerah, termasuk Hilman Arifin Kuswara yang sengaja membawa istri dan anaknya dari Bekasi. Mereka ingin menyaksikan langsung perkembangan tim arahan John Herdman.
Secara peringkat FIFA, Oman berada jauh di atas Indonesia. Tim tamu menempati posisi ke-79 dunia, sementara Garuda bertengger di peringkat 122. Namun, keunggulan statistik itu tidak menyurutkan antusiasme pendukung.
Di luar stadion, panitia menyiapkan berbagai aktivitas hiburan, termasuk permainan menendang bola ke gawang. Kerumunan terlihat antusias mengikuti setiap kegiatan sambil menunggu waktu kick-off.
Pelatih asal Inggris itu buka suara soal catatan buruk Timnas Indonesia yang belum pernah mengalahkan Oman dalam 38 tahun. “Itulah tantangan bagi kami,” ujar Herdman dalam konferensi pers jelang laga. Ia menambahkan, “Dengan dukungan kalian, kami akan melakukan semua yang bisa untuk mencatatkan nama kami di buku sejarah.”
Tim tamu Oman tiba di SUGBK sekitar pukul 18.37 WIB dengan pengawalan ketat. Kehadiran mereka disambut sorakan khas pendukung tuan rumah yang tetap antusias meski tim tamu masuk dengan protokol keamanan tinggi.
Pertandingan FIFA Matchday ini bukan sekadar laga uji coba. Bagi skuad Garuda, ini adalah momentum untuk memutus rantai hasil negatif yang membentang hampir empat dekade. Dukungan langsung ribuan pasang mata di SUGBK diharapkan menjadi energi tambahan di lapangan.
Para pemain Timnas Indonesia sudah menjalani pemanasan di lapangan sejak kedatangan mereka. Sementara itu, suporter terus berdatangan hingga area luar stadion penuh sesak. Lampu stadion mulai menyala terang, menandai pertandingan yang sudah dinanti-nanti publik sepak bola nasional.