PSSI Aceh Perketat Pengawasan Turnamen, Perangkat Pertandingan yang Langgar Aturan Siap-siap Kena Sanksi

Penulis: Alfian Batubara  •  Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:29:31 WIB
PSSI Aceh memperketat pengawasan turnamen sepak bola untuk memastikan kepatuhan aturan.

BANDA ACEH — PSSI Aceh tidak mau aturan main di lapangan hijau hanya menjadi pajangan di atas kertas. Organisasi induk sepak bola di provinsi ujung barat Indonesia itu kini memperketat pengawasan terhadap seluruh turnamen yang berjalan, terutama yang berada di bawah rekomendasi resmi mereka.

Sekretaris Umum PSSI Aceh, Nazaruddin, menegaskan bahwa pengawasan tidak hanya menyasar klub peserta. Wasit, pengawas pertandingan, panitia pelaksana, hingga pihak terkait lainnya yang terlibat dalam penyelenggaraan kompetisi juga masuk dalam daftar pantauan.

Apa Isi Aturan yang Wajib Dipatuhi?

Penegasan ini berkaitan langsung dengan implementasi Surat Edaran Nomor: 023/PSSI-ACEH/IV-2026. Dalam regulasi tersebut, ada dua kewajiban utama yang harus dipenuhi setiap tim peserta turnamen tingkat kabupaten dan kota:

  • Tim harus dipimpin oleh pelatih dengan lisensi minimal D-PSSI.
  • Setiap tim wajib memainkan sedikitnya satu pemain muda kelahiran 1 Januari 2007 hingga 30 Desember 2010.

Kenapa Aturan Ini Diterbitkan?

Menurut Nazaruddin, regulasi tersebut bukan sekadar formalitas. PSSI Aceh ingin memastikan ada pembinaan berjenjang dan profesional yang berjalan di semua lini.

“Kami ingin regulasi ini benar-benar diterapkan di lapangan, bukan hanya menjadi aturan di atas kertas. Perangkat pertandingan memiliki peran penting dalam memastikan setiap ketentuan berjalan sebagaimana mestinya,” kata Nazaruddin dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (6/6).

Dia menambahkan, langkah ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas kompetisi sekaligus memperkuat pembinaan sepak bola usia muda di Aceh. Tanpa pengawasan ketat, aturan semacam ini rawan dilanggar.

Sanksi Menanti Pelanggar

Nazaruddin mengingatkan, sanksi akan dijatuhkan sesuai ketentuan yang berlaku bagi perangkat pertandingan yang mengabaikan surat edaran tersebut. PSSI Aceh tidak akan mentolerir pelanggaran yang bisa menghambat proses pembinaan pemain muda.

“PSSI Aceh mengingatkan kepada seluruh perangkat pertandingan agar menjalankan tugas sesuai dengan surat edaran yang telah diterbitkan sebelumnya. Jika tidak dijalankan, tentu akan ada sanksi sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Piala Soeratin 2026 Jadi Ajang Pembuktian

Saat ini, PSSI Aceh juga tengah mempersiapkan pelaksanaan Piala Soeratin 2026. Kompetisi yang akan mempertandingkan kategori U-13, U-15, dan U-17 itu menjadi salah satu agenda utama pembinaan pemain muda di Aceh.

Seluruh Askab dan Askot PSSI di Aceh diharapkan turut mengawasi pelaksanaan regulasi ini. Mereka juga diminta menyosialisasikannya kepada klub-klub peserta agar tidak terjadi pelanggaran selama kompetisi berlangsung.

“Kami ingin pembinaan berjalan berjenjang dan profesional. Karena itu, seluruh pihak harus mematuhi regulasi yang telah ditetapkan demi kemajuan sepak bola Aceh,” pungkas Nazaruddin.

Reporter: Alfian Batubara
Sumber: sudutberita.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top