ACEH — Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memastikan stok BBM di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) wilayah Aceh dalam kondisi aman. Persediaan tercatat mencapai 6.756 kiloliter (KL) gasoline dan 5.127 KL gasoil. Meski begitu, antrean di beberapa SPBU masih terjadi akibat lonjakan permintaan Biosolar.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menyatakan penyaluran Biosolar ditambah hingga 10 persen selama Juli 2026. Penguatan pasokan juga dilakukan dari Integrated Terminal Lhokseumawe dengan menyalurkan tambahan 24.000 liter Pertamax dan 24.000 liter Biosolar.
"Tambahan pasokan itu diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan BBM di wilayah Langsa dan Aceh Tamiang," kata Fahrougi, dikutip dari Antara, Jumat (17/7/2026). Pertamina berharap penguatan suplai ini menjaga pasokan ke SPBU tetap optimal dan pelayanan kepada masyarakat terus berjalan.
Untuk mempercepat distribusi, Pertamina mengoptimalkan operasional Fuel Terminal selama 24 jam dan menambah armada mobil tangki. Pengelola SPBU diminta mengatur antrean kendaraan secara tertib, memantau stok berkala, serta berkoordinasi dengan Pertamina jika terjadi lonjakan permintaan. Jika perlu, koordinasi dilakukan bersama aparat setempat untuk mengatur arus lalu lintas di sekitar SPBU.
Pertamina memastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran dengan berkoordinasi bersama BPH Migas, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum. Pengawasan dilakukan melalui digitalisasi SPBU, analisis transaksi, serta pemantauan operasional di lapangan.
"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berulang maupun penyalahgunaan BBM subsidi. Dengan demikian, penyaluran BBM dapat dinikmati secara merata oleh masyarakat yang berhak," tegas Fahrougi. Pertamina kembali mengingatkan agar warga membeli Biosolar sesuai kebutuhan dan menghindari pembelian berlebihan.