Antrean Biosolar di Aceh Masih Mengular, Pertamina Tambah Pasokan 10 Persen dan Perkuat Distribusi dari Lhokseumawe

Penulis: Alfian Batubara  •  Sabtu, 18 Juli 2026 | 15:47:01 WIB
Antrean kendaraan terlihat mengular di salah satu SPBU di Aceh saat masyarakat menunggu pengisian Biosolar.
Biosolar masih terjadi di sejumlah SPBU Aceh. PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut merespons dengan menambah pasokan sekitar 10 persen selama Juli 2026. Distribusi juga diperkuat dari Integrated Terminal Lhokseumawe demi menjaga kelancaran BBM subsidi. ISI:

ACEH — Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memastikan stok BBM di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) wilayah Aceh dalam kondisi aman. Persediaan tercatat mencapai 6.756 kiloliter (KL) gasoline dan 5.127 KL gasoil. Meski begitu, antrean di beberapa SPBU masih terjadi akibat lonjakan permintaan Biosolar.

Tambahan Pasokan 10 Persen dan Prioritas untuk Dua Wilayah

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menyatakan penyaluran Biosolar ditambah hingga 10 persen selama Juli 2026. Penguatan pasokan juga dilakukan dari Integrated Terminal Lhokseumawe dengan menyalurkan tambahan 24.000 liter Pertamax dan 24.000 liter Biosolar.

"Tambahan pasokan itu diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan BBM di wilayah Langsa dan Aceh Tamiang," kata Fahrougi, dikutip dari Antara, Jumat (17/7/2026). Pertamina berharap penguatan suplai ini menjaga pasokan ke SPBU tetap optimal dan pelayanan kepada masyarakat terus berjalan.

Operasional 24 Jam dan Imbauan ke Pengelola SPBU

Untuk mempercepat distribusi, Pertamina mengoptimalkan operasional Fuel Terminal selama 24 jam dan menambah armada mobil tangki. Pengelola SPBU diminta mengatur antrean kendaraan secara tertib, memantau stok berkala, serta berkoordinasi dengan Pertamina jika terjadi lonjakan permintaan. Jika perlu, koordinasi dilakukan bersama aparat setempat untuk mengatur arus lalu lintas di sekitar SPBU.

Pengawasan Digital dan Larangan Pembelian Berulang

Pertamina memastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran dengan berkoordinasi bersama BPH Migas, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum. Pengawasan dilakukan melalui digitalisasi SPBU, analisis transaksi, serta pemantauan operasional di lapangan.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berulang maupun penyalahgunaan BBM subsidi. Dengan demikian, penyaluran BBM dapat dinikmati secara merata oleh masyarakat yang berhak," tegas Fahrougi. Pertamina kembali mengingatkan agar warga membeli Biosolar sesuai kebutuhan dan menghindari pembelian berlebihan.

Reporter: Alfian Batubara
Sumber: pintoe.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top