Pencarian

Pengguna Pertalite Melonjak 80 Persen, Pertamina Catat Perpindahan Massal dari Pertamax

Sabtu, 18 Juli 2026 • 16:41:31 WIB
Pengguna Pertalite Melonjak 80 Persen, Pertamina Catat Perpindahan Massal dari Pertamax
Volume harian Pertalite pada Juli 2026 melonjak 9,4 persen menjadi 7.129 kiloliter per hari.

ACEH — Direktur Pemasaran Retail PT Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, mengungkapkan bahwa volume harian Pertalite pada Juli 2026 melonjak 9,4 persen atau bertambah 7.129 kiloliter per hari. Lonjakan ini, menurut dia, tidak hanya terjadi pada kendaraan pribadi, melainkan juga merambah sektor industri yang mulai mengisi Biosolar di SPBU.

"Kalau secara komposisi perubahannya pada saat periode Januari-Mei kondisi untuk produk Pertalite secara komposisi sekitar 75 persen saat ini sudah bergeser ke 80 persen. Jadi hampir 5 persen komposisi BBM gasoline itu sudah bergeser kepada BBM PSO," ujar Eko dalam rapat dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (16/7).

Anjloknya Konsumsi Pertamax dan Dex Series

Pergeseran konsumsi ini langsung menghantam penjualan BBM nonsubsidi. Eko menyebut konsumsi Pertamax Series — yang mencakup Pertamax, Pertamax Green, dan Pertamax Turbo — turun hampir 18 persen dibandingkan rata-rata normal. Penurunan serupa juga terjadi pada segmen gasoil, di mana konsumsi Dex Series (Dexlite dan Pertadex) turun 6,4 persen.

Sebaliknya, Biosolar justru mencatat kenaikan volume konsumsi sebesar 13,9 persen pada Juli 2026. Proporsi penggunaannya di antara produk gasoil lain kini mencapai 94,2 persen. Eko menambahkan, kendaraan milik sektor industri mulai banyak yang mengisi Biosolar di SPBU, bukan lagi di depot atau stasiun pengisian khusus.

"Ada beberapa sektor kendaraan yang didominasi industri juga mulai mengisi Biosolar di SPBU. Ini salah satu terjadi peningkatan lonjakan hampir di semua provinsi sepanjang periode April hingga bulan Juli," jelas dia.

Pertamina Siaga, Stok SPBU Digenjot

Menyikapi lonjakan permintaan yang tidak biasa ini, Pertamina Patra Niaga mengubah pola operasi untuk memastikan stok tetap aman. Eko mengatakan pihaknya mem-build up stok di seluruh jaringan SPBU, terutama di wilayah Marketing Operation Region (MOR) yang mengalami kenaikan konsumsi paling tajam.

"Ini mungkin salah satu lonjakan demand di beberapa wilayah khususnya di setiap MOR yang saat ini juga membuat perubahan operasi dari Pertamina Patra Niaga untuk bisa meng-cover atau mem-build up stock di semua jaringan lembaga penyalur kita khususnya SPBU," terang Eko.

Fenomena ini menjadi alarm bagi pengelolaan subsidi BBM di Indonesia. Jika tren perpindahan dari BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi terus berlanjut, beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk subsidi energi berpotensi membengkak. Pertamina pun dihadapkan pada tantangan menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan di tengah perubahan perilaku konsumen yang masif.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks