Wali Kota Banda Aceh Ingatkan 47.497 UMKM: Modal Saja Tak Cukup, Harus Melek Digital dan AI

Penulis: Monang Simanjuntak  •  Selasa, 21 Juli 2026 | 16:21:31 WIB
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menutup Program Wirausaha Unggulan Bank Indonesia (WUBI) 2026 di The Pade Hotel, Minggu (19/7/2026).

BANDA ACEHWali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, secara resmi menutup Program Wirausaha Unggulan Bank Indonesia (WUBI) 2026 di The Pade Hotel, Minggu (19/7/2026). Acara itu ditandai dengan penabuhan rapai bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini.

Illiza menyebut, saat ini terdapat 47.497 UMKM di Banda Aceh yang menyerap sekitar 66.417 tenaga kerja. Sektor ini, menurutnya, memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi daerah. “Jangan pernah memandang usaha mikro sebagai usaha yang kecil. Karena dampaknya bagi masyarakat tidak pernah kecil,” ujarnya.

Modal Bukan Segalanya, Kualitas dan Inovasi Jadi Kunci

Dalam sambutannya, Illiza menekankan bahwa keberhasilan UMKM tidak cukup hanya dengan suntikan modal. Ia menilai pelaku usaha harus memiliki kemauan untuk terus belajar mengikuti perkembangan zaman, terutama dalam memanfaatkan platform digital dan teknologi AI.

“Yang paling penting bukan hanya produknya bagus, tetapi pelaku usahanya juga terus mau belajar. Dunia usaha terus berubah sehingga pelaku UMKM harus mampu mengikuti perubahan,” kata Illiza.

Ia juga mengingatkan bahwa pola belanja konsumen telah berubah drastis. Promosi mungkin bisa menarik pelanggan untuk pertama kali, tetapi kualitas produk yang akan membuat mereka kembali. “Promosi bisa membuat orang datang pertama kali. Tetapi kualitaslah yang membuat pelanggan kembali lagi,” tegasnya.

Pemkot Siapkan Ekosistem: Akademi hingga Ruang Pamer Gratis

Pemerintah Kota Banda Aceh tidak tinggal diam. Illiza memaparkan sejumlah program yang telah dijalankan untuk menopang pertumbuhan UMKM, di antaranya Banda Aceh Academy yang fokus pada peningkatan kapasitas pelaku usaha. Ada pula platform digital bernama Usaha Teman yang berfungsi sebagai media promosi gratis bagi produk lokal.

Selain itu, Pemkot juga memperkuat peran Dekranasda untuk meningkatkan nilai tambah produk kerajinan lokal. Ruang promosi fisik pun terus diperbanyak melalui revitalisasi IKM Center Ulee Lheue, penyelenggaraan festival, hingga pemanfaatan Car Free Day setiap akhir pekan.

“Kami berharap peserta dapat memperoleh akses permodalan sehingga usaha yang sudah berkembang bisa terus naik kelas,” ujar Illiza mendorong kolaborasi antara Pemkot, Bank Indonesia, dan sektor perbankan.

BI Kurasi 90 Peserta, Targetkan Kenaikan Omzet dan Digitalisasi

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini, menjelaskan bahwa Program WUBI merupakan agenda tahunan yang dirancang untuk meningkatkan daya saing UMKM. Tahun ini, sebanyak 90 peserta tahap awal akan dikurasi menjadi 50 orang untuk mengikuti inkubasi selama dua bulan.

Materi pelatihan mencakup digitalisasi usaha, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), manajemen bisnis, serta pendampingan langsung dari mentor dan alumni WUBI. “Keberhasilan program akan diukur melalui peningkatan omzet, inovasi produk, transformasi digital, serta perluasan pasar para peserta,” kata Agus.

Seluruh peserta yang menyelesaikan program akan mendapatkan sertifikat dari Bank Indonesia sebagai bentuk apresiasi. Illiza pun menutup acara dengan ajakan kepada seluruh peserta untuk terus berkarya dan membawa produk unggulan Aceh menembus pasar yang lebih luas.

Reporter: Monang Simanjuntak
Sumber: noa.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top