ACEH — Pengalaman menghadiri North American International Auto Show (NAIAS) di Detroit selama hampir 30 tahun mengajarkan satu hal: mobil konsep yang tampil memukau hampir selalu berakhir mengecewakan saat versi produksinya meluncur. Sebuah jajak pendapat terhadap pembaca otomotif mengungkap tren menarik—mayoritas jawaban paling pahit datang dari pabrikan Amerika Serikat.
Chevrolet Volt konsep yang diperkenalkan saat GM berada di ambang kebangkrutan adalah sebuah pernyataan berani. Sosoknya macho, agresif, dan digadang-gadang sebagai "anti-Prius"—hybrid berperforma tinggi yang akan membalikkan nasib GM. Publikasi saat itu luar biasa besar.
Namun, versi produksi yang keluar beberapa tahun kemudian tampil biasa saja, mengikuti bentuk Prius yang sudah ada. Bukan hanya desain yang mengecewakan, kebangkrutan GM pun segera menyusul setelahnya.
Pada 1989, konsep Pontiac Transport minivan tampil sebagai kendaraan keluarga paling futuristik di Philadelphia Auto Show. Bentuknya aerodinamis, radikal, dan sangat menarik. Tapi versi produksinya—yang kemudian dijuluki "Dustbuster"—adalah antiklimaks total.
Ditenagai mesin V6 yang loyo dan transmisi 3-percepatan otomatis yang sudah ketinggalan zaman, minivan ini gagal total. Padahal, jika desain konsep dipertahankan, GM bisa saja punya pukulan telak di segmen kendaraan keluarga.
Pembaca otomotif sepakat bahwa Subaru WRX adalah salah satu kekecewaan terbesar. Selama 20 tahun terakhir, setiap konsep WRX yang diperkenalkan selalu tampil lebih garang, lebih proporsional, dan lebih agresif dibanding versi produksinya. Salah satu pembaca bahkan menyamakan kekecewaan ini dengan "sakit hati setiap hari" yang tak kunjung sembuh.
Konsep Jeep Gladiator menampilkan desain 2 pintu dengan ban serep terintegrasi di samping bak, serta gril klasik yang ikonik. Tapi yang dirilis ke pasar hanyalah Jeep Wrangler 4 pintu dengan bak pick-up yang disambungkan—tanpa sentuhan desain khusus. Setiap tahun, Jeep merilis konsep-konsep off-road yang membuat air liur menetes, namun tak satu pun benar-benar masuk jalur produksi.
Toyota FT-1 Concept yang diperkenalkan beberapa tahun lalu adalah salah satu mobil konsep paling cantik yang pernah dibuat pabrikan Jepang. Proporsinya panjang, rendah, dan lebar—sempurna untuk penerus Supra. Namun, versi produksi Supra yang akhirnya lahir tampak seperti versi murah dan "kempes" dari konsep tersebut.
Proporsi yang hilang, detail yang disederhanakan, dan penggunaan platform bersama BMW membuat banyak penggemar kecewa berat.
Dari daftar ini, satu benang merah jelas terlihat: pabrikan Amerika cenderung bermimpi terlalu besar di panggung konsep, sementara pabrikan Jepang dan Eropa lebih disiplin menjaga jarak antara konsep dan produksi tetap pendek. Atau mungkin, realitas biaya komponen dan regulasi keselamatan—seperti standar benturan samping pada pintu—adalah musuh terbesar dari imajinasi desain.