SIGLI — Dua gampong di Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, kini terhubung langsung setelah Jembatan Perintis Garuda resmi dioperasikan. Prosesi peresmian ditandai dengan peusijuek atau tepung tawar yang dipimpin oleh Abi Sulaiman, dilanjutkan pemotongan pita oleh Sekda Pidie, Drs. Samsul Azhar, mewakili Bupati H. Sarjani Abdullah.
Sebelum jembatan ini dibangun, warga dari Gampong Pante Bereueh harus memutar jauh untuk mencapai Gampong Ulee Tutue Adan. Kini, waktu tempuh dipangkas signifikan. “Jembatan ini membantu petani mengangkut hasil pertanian, mempermudah akses anak-anak menuju sekolah, serta mendukung aktivitas keagamaan dan sosial masyarakat,” kata Samsul dalam sambutannya.
Ia menekankan agar warga menjaga infrastruktur tersebut. “Anggaplah jembatan ini sebagai milik kita bersama. Jagalah dengan baik dan segera laporkan apabila terdapat kerusakan,” ujarnya.
Pemkab Pidie menaruh harapan besar pada jembatan ini. Selain memperkuat konektivitas antarwilayah, akses terhadap layanan pendidikan dan kesehatan di dua gampong itu diyakini akan meluas. Pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat juga diprediksi terdorong, terutama bagi petani yang selama ini kesulitan mengangkut hasil panen ke pasar.
Setelah prosesi, Samsul bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan tamu undangan meninjau langsung kondisi jembatan. Mereka memastikan konstruksi siap melayani mobilitas warga.
Dengan beroperasinya Jembatan Perintis Garuda, aktivitas harian warga Gampong Ulee Tutue Adan dan Gampong Pante Bereueh diyakini berubah drastis. Jalur distribusi barang dan jasa dari dua desa ke pusat kecamatan menjadi lebih pendek. Pemerintah berharap infrastruktur ini tidak hanya menjadi penghubung fisik, tetapi juga pemersatu sosial dan penggerak ekonomi lokal di Pidie.