Pasokan Semen di Aceh Stabil Usai Lonjakan Permintaan Juli, SIG Kerahkan Produksi Lhoknga hingga Pabrik Indarung

Penulis: Ricki Manurung  •  Sabtu, 29 Agustus 2026 | 11:31:32 WIB
Pasokan semen di Aceh kembali stabil setelah SIG menambah distribusi dari sejumlah fasilitas produksi.

BANDA ACEH — Kelangkaan semen di sejumlah titik distribusi Aceh mulai teratasi. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) bergerak cepat menambah pasokan dari beberapa fasilitas produksi setelah permintaan melonjak tajam pada Juli 2026.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengatakan perusahaan memaksimalkan kapasitas produksi PT Solusi Bangun Andalas yang berlokasi di Lhoknga dan Lhokseumawe. Selain itu, SIG juga mengoperasikan packing plant PT Semen Padang di Malahayati untuk mempercepat distribusi.

Tambahan Pasokan dari Pabrik Indarung untuk Tekan Antrean Truk

Tidak hanya mengandalkan pabrik di Aceh, SIG mengirimkan semen tambahan dari Pabrik Indarung milik PT Semen Padang. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan stok di gudang distributor yang sempat terkuras.

“SIG memaksimalkan kapasitas produksi PT Solusi Bangun Andalas di Lhoknga dan Lhokseumawe serta packing plant PT Semen Padang di Malahayati,” kata Vita, Sabtu (29/8/2026).

Vita menambahkan, pemantauan ketersediaan stok dan distribusi kini dilakukan setiap hari. Koordinasi dengan distributor dan mitra logistik juga diperkuat agar pasokan sampai tepat waktu ke konsumen.

Bagaimana SIG Menjaga Harga Semen di Tengah Lonjakan Permintaan?

Vita menegaskan bahwa perusahaan tidak menaikkan harga semen di tingkat konsumen meskipun terjadi peningkatan permintaan. Fokus utama SIG adalah menutup kekurangan pasokan tanpa membebani masyarakat.

“Sebagai produsen semen, SIG tidak hanya berupaya menutup kekurangan pasokan karena lonjakan permintaan, tapi juga tidak menaikkan harga,” ujarnya.

Distributor diminta menjaga pola penyaluran yang efektif dan efisien. Hal ini penting agar semen dapat diterima konsumen secara merata di seluruh wilayah Aceh.

Antrean Panjang di Pabrik Kini Berangsur Hilang

Kepala Operasional PT Wadah Suci, Emy Rinaldi, membenarkan bahwa puncak permintaan terjadi pada pertengahan hingga akhir Juli. Saat itu, truk-truk pengangkut semen mengantre panjang di pabrik.

“Pertengahan sampai akhir Juli permintaan meningkat. Truk-truk sampai mengantri panjang di pabrik. Alhamdulillah sekarang sudah berangsur terkendali dan stabil,” kata Emy.

Menurut Emy, tambahan pasokan dari jaringan SIG, termasuk dari Pabrik Indarung PT Semen Padang, membantu mempercepat pemenuhan kebutuhan pasar Aceh. “Sekarang pasokan lancar setiap hari datang. Karena permintaan sedang naik, ketika barang datang langsung kami distribusikan,” ujarnya.

Pemicu Kenaikan: Infrastruktur dan Rehabilitasi Rumah Pascabencana

General Manager PT Andesmont Sakti, Muhammad Agam Maulana, menyebut peningkatan permintaan semen sebenarnya sudah terasa sejak awal 2026 dan memuncak pada Juli. Kondisi pasokan kini dinilai sudah normal dengan pengiriman yang lebih teratur.

“Dulu memang sempat ada sedikit kendala pasokan, tapi sekarang sudah normal kembali, tiap hari ada kiriman,” kata Agam.

Lonjakan permintaan tersebut antara lain dipengaruhi pembangunan infrastruktur dan meningkatnya aktivitas perbaikan rumah masyarakat pascabencana. SIG memastikan penguatan produksi dan distribusi akan terus dilakukan untuk mendukung aktivitas pembangunan masyarakat di Aceh.

Reporter: Ricki Manurung
Sumber: masakini.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top