Umuslim dan NGU Jepang Perkuat Ikatan Budaya lewat Penutupan Summer Course di Bireuen

Penulis: Ricki Manurung  •  Kamis, 03 September 2026 | 19:38:31 WIB
Rektor Umuslim Dr Marwan menyampaikan apresiasi kepada NGU Jepang atas kepercayaan dalam program pertukaran budaya di Bireuen.

Rektor Umuslim, Dr Marwan, M.Pd, menyampaikan apresiasi kepada NGU Jepang atas konsistensi kepercayaan yang diberikan kepada kampusnya dalam program pertukaran ini. Ia menegaskan bahwa perbedaan budaya, ras, dan suku adalah keberagaman yang harus dipersatukan lewat kolaborasi nyata.

"Kami berharap tahun-tahun berikutnya mahasiswa NGU bisa kembali ke sini. Bawa pulang pengalaman selama di Umuslim, dan Aceh umumnya. Jadikan cerita tentang Aceh sebagai bagian kisah belajar anda sesampainya di Jepang," ujar Marwan.

Ia menambahkan, "Umuslim dan NGU telah membuktikan bahwa perbedaan budaya bisa kita satukan." Pernyataan ini menggarisbawahi esensi program sebagai jembatan persahabatan antarbangsa.

Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) Umuslim, Risky Novialdy, S.IP., M.Hi, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan. Menurutnya, nilai utama program ini bukan sekadar pembelajaran di kelas, melainkan hubungan persahabatan interkultural yang terbangun.

"Yang paling berharga adalah ikatan persahabatan yang terjalin antarmahasiswa," ucap Risky. Rangkaian Summer Course 2026 dirancang untuk memberi pengalaman akademik sekaligus pengenalan budaya Aceh bagi para peserta.

Program ini menjadi simbol nyata diplomasi pendidikan Indonesia-Jepang. Umuslim berkomitmen terus memperkuat kemitraan internasional yang memberi dampak positif bagi kedua belah pihak.

Reporter: Ricki Manurung
Sumber: metroaceh.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top