Rektor UIN Ar-Raniry Mujiburrahman Terpilih Ketua ICMI Aceh 2026-2031 dengan 13 Suara

Penulis: Alfian Batubara  •  Minggu, 13 September 2026 | 09:31:31 WIB
Mujiburrahman terpilih sebagai Ketua ICMI Aceh periode 2026-2031 dengan 13 suara.

BANDA ACEH — Mujiburrahman sebelumnya menjabat Wakil Ketua ICMI Orwil Aceh periode 2021-2026. Kemenangannya menambah daftar tanggung jawabnya di Aceh, karena ia juga kembali dipercaya sebagai Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh untuk periode 2026-2030.

Mengapa Mujiburrahman Awalnya Tak Berniat Maju

Dalam sambutannya usai terpilih, Mujiburrahman mengaku tidak sejak awal berniat mencalonkan diri sebagai ketua. Ia akhirnya bersedia setelah sejumlah anggota ICMI mendorongnya maju.

Ia menyebut perjalanannya bersama ICMI sudah cukup panjang. Keterlibatannya dimulai saat Muswil di Jantho pada 2021, ketika Ketua ICMI Aceh saat itu, Prof. Dr. Farid Wajdi Ibrahim, memintanya menjadi Ketua Panitia Muswil VII meski belum menjadi bagian dari ICMI.

"Amanah Prof. Farid waktu itu ada dua. Tolong jadi ketua panitia Muswil ke-7 dan tolong maju sebagai rektor UIN Ar-Raniry," kata Mujiburrahman.

ICMI Diminta Jadi Rumah Besar Umat Islam

Setelah terpilih, Mujiburrahman menegaskan ICMI harus menjadi rumah besar bagi umat Islam dan tempat para cendekiawan membangun kebersamaan. Ia menilai hubungan ICMI dengan pemerintah perlu dibangun secara produktif.

Menurutnya, ICMI tidak berada pada posisi berhadapan dengan pemerintah, melainkan menjadi mitra yang dapat menyumbangkan gagasan untuk pembangunan.

"Banyak ide di ICMI yang sangat diperlukan dalam pembangunan umat, masyarakat, dan bangsa. Tetapi kalau tidak menjadi masukan bagi pemerintah, tentu tidak akan bermanfaat," ujarnya.

Agenda Strategis dan Modal Kerja Sama Multipihak

Kepengurusan baru akan menyusun agenda strategis dan teknis dengan menjadikan capaian kepengurusan sebelumnya sebagai praktik baik. Mujiburrahman menilai ICMI Aceh punya modal kuat untuk dikembangkan lewat kerja sama dengan berbagai pihak.

"Kita sudah punya modal yang sangat kuat untuk dinegosiasikan dengan multipihak. Karena itu, kita para cendekiawan mesti sadar potensi dan perlu mengelolanya dengan baik untuk kemajuan organisasi serta kemanfaatannya bagi umat, masyarakat, dan bangsa," katanya.

Ia memastikan kepengurusan ICMI Aceh 2026-2031 akan melibatkan tokoh dari berbagai latar belakang. Keberagaman itu, menurutnya, diperlukan agar para pengurus saling melengkapi dan memperkuat organisasi.

Mujiburrahman berharap ICMI Aceh menjadi organisasi yang bermarwah sekaligus memberi dampak nyata bagi masyarakat.

"Kita berharap solid sampai Muswil ke-9 tahun 2031," ujarnya.

Reporter: Alfian Batubara
Sumber: masakini.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top