ACEH TAMIANG — Rapat koordinasi mitigasi bencana yang digelar atas instruksi Bupati Irjen Pol. (Purn). Drs. Armia Pahmi, M.H menghasilkan sejumlah langkah konkret. Pemkab tidak menunggu bencana datang sebelum bergerak.
"Kebijakan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang mengenai keselamatan dan ketenangan warga adalah harga mati. Kita tidak boleh menunggu bencana datang baru sibuk berbenah," kata Armia Pahmi dalam keterangan resmi yang dikutip dari laman NuansarealitaNews.com.
Pemkab Aceh Tamiang menetapkan 80 Titik Tempat Evakuasi (TE) aman dan 19 Titik Evakuasi Terintegrasi Buffer Stock (TE+BS) untuk mempercepat distribusi bantuan. Dua pusat logistik utama turut disiagakan sebagai penopang.
Di setiap titik, tenda hunian, tenda kesehatan, dan tenda logistik sudah disiapkan agar bisa difungsikan kapan saja. Penetapan lokasi mempertimbangkan sebaran penduduk di 12 kecamatan.
Estimasi paket bantuan pangan, sandang, dan papan dihitung berdasarkan jumlah penduduk di tiap kecamatan. Buffer stock ditempatkan di lokasi terdekat dari titik rawan.
Penempatan itu bertujuan memastikan distribusi bantuan berjalan cepat dan tepat tanpa hambatan saat curah hujan tinggi melanda. Pemkab menyebut perhitungan dilakukan secara presisi agar tidak ada kecamatan yang terlewat.
Pemkab menjalin kolaborasi dengan ORARI dan PT Pertamina untuk menjaga jaringan radio komunikasi darurat berbasis VHF-UHF. Pasokan energi di lapangan juga disiagakan agar tetap aktif ketika sinyal seluler terganggu.
Langkah ini merespons pengalaman cuaca ekstrem yang kerap melumpuhkan jaringan komunikasi di wilayah terdampak. Radio darurat menjadi jalur alternatif koordinasi antarinstansi.
Pemkab meminta warga meningkatkan kewaspadaan lingkungan dan memantau informasi resmi dari Pemkab Aceh Tamiang, BPBD, serta BMKG. Imbauan itu disampaikan langsung oleh Bupati Armia Pahmi.
"Mari kita bersama tingkatkan kewaspadaan lingkungan dan selalu pantau kanal informasi resmi Pemkab Aceh Tamiang, BPBD, serta BMKG," ujarnya.
Seluruh skenario yang disusun mengacu pada data dan perencanaan matang. Pemkab menyatakan siap bekerja penuh melindungi masyarakat Aceh Tamiang menghadapi potensi cuaca ekstrem beberapa bulan ke depan.