ACEH — Honda resmi memperkenalkan sepeda gunung listrik atau e-MTB di ajang Sea Otter Europe 2026 yang berlangsung di Girona, Spanyol. Model yang masih menyandang nama Honda e-MTB Prototype ini bukan sekadar konsep pameran, karena Honda sudah membuka pendaftaran minat lewat situs webnya di Jerman dengan tema "New Terrain, Same Dream" (Medan Baru, Impian yang Sama). Nama resmi, harga, target pasar, dan tanggal penjualan baru akan diumumkan kemudian.
Honda bukan pemain baru di dunia kendaraan roda dua, tapi langkah kali ini sedikit berbeda dari kebiasaannya. Pabrikan asal Jepang itu memperkenalkan sepeda gunung listrik di ajang Sea Otter Europe 2026, bukan motor listrik atau skuter yang selama ini jadi wilayah mainnya. Pendaftaran minat sudah dibuka lewat situs web Honda di Jerman, dan itu jadi sinyal bahwa proyek ini serius, bukan sekadar pajangan booth.
Dari sisi desain, e-MTB ini jelas membawa warisan dunia sepeda motor Honda. Sepeda ini memakai rangka monokok berbahan serat karbon yang dikembangkan lewat kerja sama dengan produsen e-bike premium asal Jerman, Rotwild, melalui ADP Engineering.
Bagian belakangnya tampil mencolok dengan swingarm besar yang disebut Honda sebagai "Gullarm". Sistem suspensinya memakai single-pivot yang dilengkapi linkage (penghubung) ke peredam kejut belakang.
Honda telah mengonfirmasi langkahnya memasuki segmen e-MTB. Artinya, model ini diproyeksikan masuk lini produksi, bukan sekadar studi desain yang berhenti di pameran.
Yang belum diumumkan justru bagian paling penting bagi calon pembeli: nama resmi, harga, target pasar, dan tanggal penjualan. Honda menyebut rincian itu akan diumumkan kemudian, tanpa menyebut tenggat pasti.
Pendaftaran minat di situs web Jerman menunjukkan Honda menyasar pasar Eropa lebih dulu. Jerman memang salah satu pasar e-bike terbesar di dunia, dan kehadiran Rotwild sebagai mitra teknis memperkuat indikasi itu.