TAKENGON — Guncangan magnitudo 5,8 yang tercatat pada Minggu, 4 Oktober 2026, membuat warga di sejumlah kabupaten dan kota di Aceh merasakan getaran yang sama. Peta sebaran guncangan memperlihatkan dampak gempa menjangkau wilayah tengah Aceh hingga Banda Aceh.
Informasi gempa itu bersamaan dengan penyampaian prakiraan cuaca BMKG Aceh. Prakirawan BMKG Aceh, Nofrida, menyampaikan laporan cuaca yang dibacakan penyiar Nur Hasanah pada edisi Minggu, 4 Oktober 2026.
Laporan warga menyebutkan guncangan dirasakan di beberapa titik permukiman. Hingga informasi itu disampaikan, belum ada keterangan resmi soal kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa tersebut.
BMKG meminta masyarakat yang merasakan guncangan untuk tetap tenang. Warga juga diimbau tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
Pemeriksaan kondisi bangunan dan lingkungan sekitar menjadi langkah yang dianjurkan apabila terjadi guncangan susulan. Perkembangan gempa diminta terus dipantau melalui saluran resmi BMKG.
Pada Minggu pagi, cuaca Aceh diprakirakan cerah berawan. Namun, hujan dengan intensitas sedang berpeluang turun pada sore hingga malam hari.
Kondisi cuaca diprakirakan kembali normal pada malam hari. Kecepatan angin berada di kisaran 10 hingga 25 kilometer per jam dengan tingkat kelembapan udara 60 sampai 100 persen.
BMKG juga mengingatkan potensi gelombang tinggi di Samudera Hindia. Peringatan itu perlu menjadi perhatian nelayan dan pengguna jasa pelayaran yang beraktivitas di laut.
Dari hasil pemantauan titik panas, tidak ditemukan titik api atau hotspot di wilayah yang dipantau saat informasi tersebut disampaikan. Pemantauan ini menjadi bagian dari laporan cuaca rutin BMKG Aceh.
Masyarakat di wilayah yang merasakan gempa diimbau memastikan kondisi bangunan dan lingkungan sekitar tetap aman. Informasi resmi BMKG menjadi rujukan utama untuk perkembangan gempa maupun kondisi cuaca selanjutnya.