Krom Bank Gandeng SHIELD, Deteksi Penipuan Aplikasi Bodong Real-Time

Penulis: Ricki Manurung  •  Minggu, 11 Oktober 2026 | 17:06:02 WIB
Krom Bank Indonesia resmi menggandeng SHIELD untuk memperkuat keamanan aplikasi perbankan digital.

ACEH — Krom Bank Indonesia resmi menggandeng platform fraud intelligence global SHIELD untuk memasang lapisan keamanan dinamis di aplikasi perbankannya. Integrasi ini mampu mendeteksi 100 persen upaya screen-sharing dan remote access berbahaya, serta mempercepat respons terhadap aksi fraud hingga 95 persen. Langkah ini merespons maraknya penipuan aplikasi bodong yang mengancam nasabah bank digital di Indonesia.

PT Krom Bank Indonesia Tbk menandatangani kemitraan strategis dengan SHIELD, penyedia solusi Device-First Fraud Intelligence yang berbasis di Singapura. Kerja sama ini menempatkan pemantauan perilaku perangkat secara real-time sebagai lapisan pertahanan utama di sepanjang sesi transaksi nasabah, bukan sekadar pengamanan statis di level aplikasi.

Langkah tersebut diambil menyusul meningkatnya serangan siber yang menyasar nasabah perbankan digital. Pelaku tidak lagi hanya menyebarkan aplikasi palsu berbiaya murah yang menyamar sebagai layanan publik, tetapi juga memanfaatkan teknologi deepfake berbasis kecerdasan buatan untuk memanipulasi audio maupun video.

Modus Aplikasi Bodong yang Mengancam Nasabah

Fenomena penipuan digital dengan modus penyebaran aplikasi palsu seperti Identitas Kependudukan Digital (IKD) fiktif kian mengkhawatirkan. Pelaku memancing korban mengunduh aplikasi bodong melalui pesan instan dan media sosial, lalu mengambil alih akun perbankan lewat fitur perekaman layar (screen-sharing) dan pengoperasian jarak jauh (remote access).

Serangan semacam ini bekerja secara bertahap. Aplikasi jahat merekam aktivitas layar korban, mencuri kredensial, dan membuka akses jarak jauh tanpa disadari pengguna. Karena berlangsung di latar belakang perangkat, korban biasanya baru menyadari setelah dana di rekeningnya raib.

Hasil Deteksi: 100 Persen Screen-Sharing Berbahaya Teridentifikasi

Integrasi solusi SHIELD ke dalam aplikasi Krom Bank mencatatkan sejumlah hasil terukur. Sistem baru ini berhasil mendeteksi 100 persen upaya screen-sharing dan remote access berbahaya secara langsung.

Selain itu, kemampuan mendeteksi potensi pengambilalihan akun meningkat hingga 10 kali lipat. Kecepatan respons terhadap aksi fraud juga naik 95 persen lebih cepat dibandingkan sistem sebelumnya.

Pemantauan dilakukan sepanjang sesi transaksi berlangsung, sehingga anomali perilaku perangkat dapat dihentikan sebelum kerugian finansial terjadi.

Pandangan Krom Bank dan SHIELD

Co-Founder & CTO Krom Bank, Tan Alie, menilai pendekatan pengamanan aplikasi yang bersifat statis sudah tidak memadai untuk menahan gempuran kejahatan siber berbasis AI.

"SHIELD hadir sebagai lapisan pertahanan penting dalam memberikan perlindungan menyeluruh, sehingga Krom Bank dapat mendeteksi dan menghentikan berbagai teknologi fraud yang semakin canggih dari awal tanpa mengorbankan pengalaman maupun privasi pengguna," jelas Tan Alie.

Founder & CEO SHIELD, Justin Lie, menambahkan bahwa kejahatan fraud modern tidak terjadi secara instan. Menurutnya, proses itu berkembang sepanjang sesi berlangsung di latar belakang perangkat korban.

Konteks Industri Perbankan Digital Indonesia

Bank digital di Indonesia menghadapi tekanan keamanan yang meningkat seiring pertumbuhan pengguna layanan keuangan berbasis aplikasi. Modus social engineering dengan aplikasi palsu menjadi salah satu vektor serangan paling umum, terutama karena pelaku memanfaatkan kelengahan pengguna saat mengunduh aplikasi dari sumber tidak resmi.

Pendekatan device-first intelligence yang diadopsi Krom Bank berbeda dari metode app hardening konvensional. Alih-alih hanya memperkuat kode aplikasi, sistem ini membaca sinyal dari perangkat pengguna untuk mengenali pola serangan sejak dini.

Krom Bank memastikan nasabah dapat bertransaksi tanpa khawatir terhadap ancaman pengintaian aplikasi bodong maupun aksi kejahatan siber lainnya. Ke depan, model kemitraan dengan penyedia fraud intelligence global diperkirakan menjadi standar baru di industri perbankan digital Tanah Air.

Reporter: Ricki Manurung
Sumber: infokini.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top