Pendapatan Waskita Karya Naik 53,7 Persen, Rugi Bersih Turun Jadi Rp2,87 Triliun

Penulis: Ricki Manurung  •  Selasa, 13 Oktober 2026 | 14:36:31 WIB
Laporan keuangan PT Waskita Karya (Persero) Tbk menunjukkan pendapatan usaha Rp8,13 triliun atau naik 53,74 persen secara tahunan.

ACEH — PT Waskita Karya (Persero) Tbk membukukan pendapatan usaha Rp8,13 triliun, melonjak 53,74 persen dibanding periode sebelumnya Rp5,29 triliun, berdasarkan laporan keuangan yang dirilis Selasa (13/10/2026). Meski begitu, perusahaan pelat merah itu masih mencatat rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas sebesar Rp2,87 triliun, turun dari Rp3,17 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Paragraf pembuka: Perbaikan tipis pada kinerja Waskita Karya terjadi di tengah tekanan beban keuangan yang belum juga surut. Rugi bersih perseroan tercatat Rp3,26 triliun, menyusut sekitar Rp325,68 miliar atau 9,09 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dari sebelumnya Rp3,58 triliun. Penurunan ini menjadi sinyal awal pemulihan, kendati perusahaan belum berhasil keluar dari zona merah.

Beban Keuangan Masih Jadi Biang Kerok

Beban keuangan Waskita Karya tercatat Rp2,79 triliun, hanya sedikit turun dari Rp2,84 triliun pada periode sebelumnya. Angka ini menjadi tekanan terbesar yang menggerus kinerja perusahaan, jauh melampaui laba bruto yang diraih perseroan.

Laba bruto justru turun tipis menjadi Rp959,44 miliar dari Rp979,97 miliar. Penyebabnya, beban pokok pendapatan melonjak menjadi Rp7,17 triliun dibandingkan Rp4,31 triliun pada periode sebelumnya. Artinya, kenaikan pendapatan usaha belum sepenuhnya dikonversi menjadi laba karena biaya proyek ikut membengkak.

Dari sisi operasional, beban umum dan administrasi naik menjadi Rp1,06 triliun dari Rp1 triliun. Beban penjualan juga meningkat tipis menjadi Rp87,54 miliar dari Rp86,06 miliar.

Pos yang Berhasil Ditekan

Sejumlah pos beban berhasil ditekan perseroan. Beban non-contributing plant turun tajam menjadi Rp6,57 miliar dari Rp19,09 miliar. Beban lain-lain bersih juga menyusut signifikan menjadi Rp267,72 miliar, dibandingkan Rp638,82 miliar pada periode sebelumnya.

Penurunan beban lain-lain bersih ini menjadi salah satu faktor yang membantu memperbaiki kinerja Waskita Karya. Bagian rugi bersih dari entitas asosiasi dan ventura bersama juga turun cukup besar menjadi Rp149,41 miliar, dari sebelumnya Rp328,49 miliar.

Namun, pendapatan bunga perseroan ikut turun menjadi Rp267,58 miliar dari Rp421,44 miliar. Penurunan ini mengurangi bantalan pendapatan non-operasional yang bisa menopang kinerja perusahaan.

Rugi Sebelum Pajak Ikut Menyusut

Rugi sebelum pajak Waskita Karya tercatat Rp3,25 triliun, menyusut dari Rp3,58 triliun pada periode sebelumnya. Rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan turun menjadi Rp2,87 triliun dari Rp3,17 triliun.

Sementara itu, rugi yang diatribusikan kepada kepentingan nonpengendali menyusut menjadi Rp384,06 miliar, dibandingkan Rp407 miliar pada periode sebelumnya.

Penutup: Perbaikan di sisi pendapatan dan sejumlah pos beban belum cukup menutup beban keuangan yang masih membengkak. Bagi investor, laporan ini menggambarkan bahwa restrukturisasi keuangan Waskita Karya masih menjadi pekerjaan rumah utama sebelum perusahaan benar-benar kembali mencetak laba.

Reporter: Ricki Manurung
Sumber: informasi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top