Baru 30 Persen Warga Aceh Konsisten Merawat Rupiah, BI Perkuat Edukasi ke 1,4 Juta Remaja

Penulis: Parsaoran Hutapea  •  Minggu, 18 Oktober 2026 | 14:31:01 WIB
Pelaksana Harian Kepala Perwakilan BI Provinsi Aceh Hertha Bastiawan menyampaikan hasil Survei Tingkat Kelayakan Uang yang Beredar Semester I 2026 dalam penutupan Olimpiade CBP Rupiah Provinsi Aceh 2026.

BANDA ACEH — Pelaksana Harian Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Hertha Bastiawan, menyampaikan temuan itu dalam kegiatan final dan penutupan Olimpiade CBP Rupiah Provinsi Aceh 2026. Angka 70 persen masyarakat yang belum konsisten merawat uang berasal dari Survei Tingkat Kelayakan Uang yang Beredar Semester I 2026.

Survei yang sama menempatkan Indeks CBP Rupiah Aceh 2025 pada angka 76,69, masuk kategori baik. Namun capaian itu turun dibandingkan 2024 yang mencapai 79,36. Kelompok remaja tercatat memiliki indeks lebih rendah dibandingkan kelompok responden lain.

Mengapa Remaja Jadi Sasaran Utama Edukasi Rupiah

Hertha menilai penguatan edukasi kepada remaja penting karena kelompok usia 10–24 tahun di Aceh mencapai sekitar 1,4 juta jiwa. Jumlah itu setara 25,87 persen dari total penduduk provinsi.

Kesadaran yang dibangun sejak dini diharapkan membentuk kebiasaan positif dalam memperlakukan Rupiah. Edukasi mencakup cara merawat uang, mengenali tanda keaslian, hingga menumbuhkan kebanggaan terhadap mata uang negara.

"Penguatan edukasi kepada remaja penting karena kelompok usia 10–24 tahun di Aceh mencapai sekitar 1,4 juta jiwa atau 25,87 persen dari total penduduk," kata Hertha dalam keterangan yang dikutip dari kegiatan tersebut.

Olimpiade CBP Rupiah 2026 Diikuti 510 Pelajar dari 51 Sekolah

Sebagai bagian dari penguatan edukasi, BI Aceh menggelar Olimpiade CBP Rupiah 2026 dengan pendekatan kompetisi antarpelajar. Pelaksanaan perdana tahun ini diikuti 510 peserta dari 51 sekolah di wilayah Banda Aceh, Aceh Besar, Sabang, dan Pidie.

Seleksi awal berlangsung daring melalui Computer Based Test. Sebanyak 84 peserta dari 32 sekolah lolos ke babak final tingkat provinsi yang digelar luring di Kantor Perwakilan BI Provinsi Aceh.

Dari babak final, 20 siswa ditetapkan sebagai pemenang: empat peraih medali emas, delapan perak, dan delapan perunggu. Hertha menyampaikan apresiasi kepada Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh, Dinas Pendidikan Aceh, sekolah, guru, dan para siswa yang mendukung kegiatan.

Target Jangkauan Sekolah Lebih Luas pada Gelaran Berikutnya

BI Aceh berharap Olimpiade CBP Rupiah menjadi agenda berkelanjutan dengan jangkauan sekolah dan peserta yang lebih luas. Program ini diarahkan agar generasi muda memahami pentingnya merawat Rupiah, mengenali keasliannya, serta bangga terhadap mata uang negara.

Edukasi Rupiah merupakan bagian dari mandat Bank Indonesia sesuai Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang dan Peraturan Bank Indonesia Nomor 10 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Uang Rupiah. Cakupan edukasi meliputi informasi tanda keaslian Rupiah dan uang emisi baru.

Reporter: Parsaoran Hutapea
Sumber: masakini.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top