ACEH — Video bayi baru lahir dengan rambut tebal di area kumis dan dagu beredar sejak 23 Oktober 2026 dan langsung memicu perdebatan warganet. Sebagian mengaitkannya dengan lanugo, sebagian lain menduga ada rekayasa digital. Berikut penjelasan medis soal lanugo dan alasan video itu perlu disikapi hati-hati.
Rambut halus bernama lanugo memang tumbuh pada janin selama di dalam kandungan. Fungsinya melindungi kulit janin dari paparan cairan ketuban, dan rambut ini bisa bertahan sampai bayi lahir.
Yang membedakan, lanugo umumnya bertekstur halus dan lembut. Penampakan rambut gelap dan tebal menyerupai kumis serta jenggot seperti dalam video viral itu bukan gambaran umum lanugo pada bayi baru lahir.
Lanugo adalah rambut halus yang tumbuh di tubuh janin sejak masa kehamilan. Mengutip informasi Halodoc, lanugo pada bayi baru lahir biasanya menghilang secara alami dalam satu hingga empat minggu pertama setelah kelahiran.
Karena itu, orang tua tidak perlu panik bila melihat rambut halus di punggung, lengan, atau wajah bayi. Kondisi ini normal dan umumnya tidak membahayakan kesehatan.
Video yang beredar memperlihatkan bayi dengan rambut lebat di atas bibir dan dagu, sehingga tampak seperti pria dewasa. Sebagian warganet mengaitkannya dengan proses alami perkembangan janin, tetapi banyak pula yang meragukan keasliannya.
Laporan media Metro Ecuador turut menyoroti keraguan tersebut. Sampai sekarang belum ada konfirmasi independen soal asal-usul video maupun kepastian bahwa gambar itu merupakan kasus nyata.
Sejumlah analis konten menduga video tersebut memakai teknologi kecerdasan buatan atau AI untuk menambahkan rambut wajah pada rekaman bayi. Dalam ulasan yang dipublikasikan 24 Oktober 2026, tim analis dari Grupomarmor menyebut adanya dugaan penggunaan filter AI untuk memetakan wajah bayi dan menempelkan rambut wajah pada video asli.
Dugaan itu belum bisa dianggap kesimpulan pasti tanpa pemeriksaan independen terhadap video dan sumber aslinya. Artinya, status keaslian video masih tanda tanya.
Ahli medis menegaskan lanugo adalah kondisi normal. Meski begitu, orang tua tetap disarankan berkonsultasi dengan dokter anak bila menemukan pertumbuhan rambut yang tidak lazim atau disertai gejala klinis lain pada bayi baru lahir.
Konsultasi juga membantu ibu mendapat jawaban yang jelas, bukan sekadar menebak dari unggahan media sosial. Dokter anak bisa menilai apakah kondisi rambut bayi masih dalam rentang wajar atau perlu pemeriksaan lanjutan.
Belum adanya verifikasi independen membuat video ini sebaiknya tidak langsung dipercaya, apalagi disebarkan. Kebiasaan mengecek sumber sebelum membagikan konten soal kesehatan bayi membantu ibu terhindar dari informasi keliru.
Fenomena lanugo sendiri bukan hal yang perlu dikhawatirkan. Yang perlu diwaspadai justru konten visual yang tampak tidak biasa dan belum jelas asalnya, terutama di era filter AI yang makin mudah dipakai.