TAPAKTUAN — Pusdalops PB BPBD Aceh Selatan mencatat banjir merendam Gampong Gunong Pulo dan Krueng Batee di Kecamatan Kluet Utara, serta Gampong Mersak di Kecamatan Kluet Tengah. Hingga Minggu (25/10), genangan masih bertahan di sejumlah titik. Jumlah rumah terendam dan total warga terdampak belum tuntas didata.
Di kawasan pegunungan, material tanah dan bebatuan runtuh dari lereng dan menimbun badan jalan. Arus transportasi antara Kluet Tengah dan Kluet Utara terhenti, termasuk untuk kendaraan roda dua.
Warga yang hendak bepergian ke arah sebaliknya terpaksa menunda perjalanan. Hingga laporan terakhir, belum ada kepastian kapan jalur bisa kembali dilintasi.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Selatan Mudatsir ZA membenarkan peristiwa longsor tersebut. Menurutnya, longsor dipicu hujan berintensitas tinggi sejak malam sebelumnya.
"Benar, ada longsor di jalan gunung akibat hujan deras semalam. Saat ini kawan-kawan sudah menuju lokasi untuk membersihkan material longsor yang menutupi badan jalan bersama masyarakat dan petugas," kata Mudatsir di Tapaktuan, Minggu (25/10).
Petugas BPBD Damkar 08 Kluet Tengah, Mulia Nanda, menyampaikan hal serupa. Petugas bersama warga sudah bergerak ke lokasi untuk penanganan awal dan membersihkan material longsor agar akses transportasi segera berfungsi kembali.
Banjir tidak hanya menggenangi halaman sekolah, tetapi masuk ke dalam bangunan SMP Negeri 2 Kluet Utara. Air berwarna kecokelatan menggenangi lantai sejumlah ruangan.
Disdikbud Aceh Selatan menurunkan tim untuk meninjau dampak banjir. Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Aceh Selatan, Debi Sunandar, turun langsung ke lokasi bersama Pengawas Pembina SMP Negeri 2 Kluet Utara, Kusmaniar.
Debi menyebut peninjauan dilakukan atas instruksi Bupati Aceh Selatan H. Mirwan MS dan Kepala Disdikbud Aceh Selatan M. Najur, yang meminta jajaran segera memantau kondisi satuan pendidikan terdampak bencana.
"Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan fasilitas pendidikan serta kelangsungan aktivitas belajar mengajar apabila genangan air belum surut," kata Debi.
Hasil peninjauan akan menjadi dasar menentukan kebutuhan penanganan dan pemulihan fasilitas sekolah setelah air surut. Debi menegaskan keselamatan warga sekolah jadi perhatian utama.
"Ini langkah awal untuk mengetahui kebutuhan penanganan setelah banjir surut, terutama guna memastikan lingkungan sekolah kembali aman digunakan oleh guru dan peserta didik," ujarnya.
Tingkat kerusakan fasilitas sekolah belum diketahui pasti. Begitu pula apakah genangan akan mengganggu kegiatan belajar mengajar pada Senin (26/10).
Terputusnya jalur Kluet Tengah–Kluet Utara berpotensi menghambat mobilitas warga dan distribusi kebutuhan pokok. Penanganan material longsor menjadi kunci membuka kembali akses kedua kecamatan.