BANDA ACEH — Pelatihan yang berlangsung dua hari itu diikuti jurnalis dari berbagai media siber di Aceh. AMSI Aceh menyelenggarakan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat profesionalisme pers di daerah.
Plt Sekda Aceh Taufik memberikan apresiasi kepada AMSI Aceh yang menggelar pelatihan tersebut. Menurut dia, AMSI memiliki peran strategis dalam mendorong media menjalankan tugas jurnalistik secara profesional, independen, dan bertanggung jawab.
Peran Pers dalam Pembangunan dan Pengawasan Kebijakan Publik
Taufik menyatakan pers memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan, menjaga perdamaian, menyuarakan kebutuhan masyarakat, dan mengawasi kebijakan publik.
Pemerintah dan pers, lanjutnya, perlu menjalankan peran masing-masing secara proporsional. Keduanya tetap perlu membangun komunikasi yang terbuka sekaligus menjaga independensi pers.
Pesan untuk Jurnalis: Periksa Sumber dan Konteks Informasi
Di tengah arus informasi yang semakin cepat, Taufik mengingatkan para jurnalis agar tetap mengedepankan akurasi dan verifikasi informasi dalam setiap pemberitaan.
"Kecepatan pemberitaan harus berjalan seiring dengan akurasi dan verifikasi. Setiap informasi perlu diperiksa sumber dan konteksnya," ujarnya.
Pesan itu relevan dengan tantangan media siber yang dituntut cepat dalam publikasi. Verifikasi menjadi kunci agar informasi yang diterima masyarakat tidak menyesatkan.
Harapan agar Kode Etik Diterapkan di Ruang Redaksi
Taufik berharap pelatihan selama dua hari tersebut dapat memperkuat pemahaman peserta mengenai kode etik jurnalistik. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.
Ia juga berharap pemahaman itu dibawa ke ruang redaksi masing-masing. Dengan begitu, kualitas informasi yang diterima masyarakat dapat meningkat.
Pelatihan ini menjadi salah satu langkah AMSI Aceh dalam membekali jurnalis media siber dengan pemahaman etika profesi. Penerapan kode etik di ruang redaksi menjadi ujian sesungguhnya setelah pelatihan berakhir.