ACEH TENGAH — Kapolres Aceh Tengah AKBP Teguh Siswoyo menyaksikan langsung jalannya perlombaan bersama jajaran pejabat utama Polres, perwakilan komunitas otomotif, panitia, dan warga. Empat nama keluar sebagai juara umum di kategori yang berbeda: Joko S di kelas Pro, Afdal di kategori usia 22 tahun sekaligus kategori lokal, Ziyas Alfansyah di kategori usia 18 tahun, dan Fitra Ariandi di kategori RBT.
Penonton yang memadati sirkuit tidak hanya berasal dari Aceh Tengah. Pengunjung dari luar daerah ikut hadir, membuat tribun dan area sekitar lintasan ramai sejak pagi.
Persaingan berlangsung ketat di setiap kelas. Kategori Pro mempertemukan pembalap berpengalaman, sementara kelas usia 18 dan 22 tahun menjadi ajang pembuktian pembalap muda.
Panitia juga menyiapkan kategori lokal dan RBT. Kombinasi kelas ini membuat kejuaraan tidak hanya soal kecepatan, tetapi juga menjadi tangga pembinaan atlet otomotif dari level pemula.
Kapolres bersama sejumlah pejabat utama dan perwakilan organisasi otomotif menyerahkan apresiasi kepada para pembalap berprestasi. Penghargaan diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kerja keras selama seri berlangsung.
AKBP Teguh Siswoyo menilai kejuaraan grasstrack sebagai langkah positif mendukung pembinaan atlet otomotif dan pengembangan potensi generasi muda. Menurutnya, kompetisi sehat menanamkan nilai kedisiplinan dan sportivitas.
"Melalui Event ini, kami berharap generasi muda dapat menyalurkan bakat dan hobinya secara positif, mengembangkan kemampuan, serta meraih prestasi. Olahraga juga mengajarkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan sportivitas," ujarnya.
Ia menambahkan, penyelenggaraan kejuaraan menjadi wujud kehadiran polisi di tengah masyarakat. Bukan hanya lewat pemeliharaan keamanan dan ketertiban, tetapi juga dengan mendukung kegiatan yang memberi manfaat sosial dan ekonomi.
Kerumunan penonton selama satu hari penuh menghidupkan aktivitas usaha di sekitar sirkuit. Pedagang makanan, minuman, dan penyedia kebutuhan lain disebut mendapat peningkatan pendapatan selama kegiatan berlangsung.
Bagi warga Atu Lintang dan sekitarnya, gelaran ini menjadi hiburan sekaligus rekreasi akhir pekan. Event olahraga seperti ini juga diharapkan mempercepat pemulihan aktivitas ekonomi pascabencana di Aceh Tengah.
"Polisi bersama masyarakat, kita dorong bersama semangat generasi muda untuk berprestasi sekaligus menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat pascabencana. Polres Aceh Tengah berkomitmen melayani dengan HATI (Humanis, Amanah, Tegas, Inspiratif), sejalan dengan semangat Musara Ate, Sara Tuju untuk Masyarakat," tutup Kapolres.
Dian Era Perdana Grasstrack Championship Round II menjadi rangkaian kedua kejuaraan tahun ini. Seri berikutnya dinantikan pembalap muda Aceh Tengah yang ingin menguji kemampuan di lintasan permanen Atu Lintang.