Wakapolres Aceh Selatan Ajak Pelajar MAN 1 Tapaktuan Jauhi Tawuran, Balap Liar, dan Narkoba Lewat Program Polisi Peduli Pendidikan

Penulis: Ricki Manurung  •  Senin, 26 Oktober 2026 | 17:01:01 WIB
Wakapolres Aceh Selatan memimpin upacara bendera di MAN 1 Tapaktuan sebagai bagian dari Program Polisi Peduli Pendidikan.

TAPAKTUAN — Upacara bendera di MAN 1 Aceh Selatan berlangsung berbeda dari biasanya. Kompol M. Jafaruddin memimpin langsung sebagai inspektur upacara mewakili Kapolres Aceh Selatan AKBP T. Ricki Fadlianshah, didampingi Kepala MAN 1 Aceh Selatan Zulkarnain serta para dewan guru.

Kegiatan berlangsung pukul 07.30 hingga 08.20 WIB dan diikuti seluruh siswa-siswi sekolah tersebut. Kehadiran jajaran Polres Aceh Selatan merupakan bagian dari Program Kapolri Polisi Peduli Pendidikan yang menyasar lingkungan sekolah di wilayah hukum Polda Aceh.

Lima Perilaku yang Diminta Dijauhi Pelajar

Dalam amanatnya, Wakapolres menyoroti sejumlah bentuk kenakalan remaja yang dinilai merugikan diri sendiri, keluarga, maupun orang lain. Ia merinci lima hal yang menjadi perhatian utama:

  • Tawuran dan perkelahian antarpelajar
  • Balapan liar di jalan raya
  • Penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi atau knalpot brong
  • Penyalahgunaan narkoba
  • Perundungan atau bullying di sekolah dan lingkungan pergaulan

Menurut Jafaruddin, pelajar merupakan generasi penerus bangsa yang perlu mempersiapkan diri lewat pendidikan, disiplin, dan perilaku positif. Ia menekankan pentingnya bijak dalam bergaul serta berani menolak ajakan teman yang mengarah pada pelanggaran hukum.

"Kami mengajak seluruh siswa dan siswi untuk fokus belajar, menghormati guru dan orang tua, serta menjaga pergaulan. Hindari tawuran, balapan liar, narkoba, dan segala bentuk perundungan. Jangan sampai perilaku yang keliru merusak masa depan yang sedang kalian bangun," ujarnya.

Sekolah Aman Jadi Tanggung Jawab Bersama

Wakapolres menegaskan bahwa menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan kondusif bukan tugas pihak sekolah semata. Siswa, guru, orang tua, dan seluruh elemen masyarakat disebut memiliki peran yang sama dalam pengawasan pergaulan remaja.

Polres Aceh Selatan berharap program ini memperkuat kerja sama dengan pihak sekolah dalam membina generasi muda yang berkarakter, berprestasi, dan taat hukum. Upacara berlangsung aman dan tertib hingga selesai.

Langkah jajaran kepolisian masuk ke sekolah sejalan dengan semangat "Polisi Bersama Masyarakat". Polri menempatkan kehadirannya bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga mendukung pendidikan dan masa depan generasi bangsa.

Reporter: Ricki Manurung
Sumber: tribratanewspolresacehselatan.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top