GAYO LUES — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut episenter gempa berada di titik koordinat 4.18 Lintang Selatan dan 97.55 Bujur Timur. Guncangan utama dirasakan hingga Takengon dengan skala MMI III.
Gempa di Gayo Lues dikategorikan sebagai gempa dangkal karena hiposenter berada di kedalaman 5 kilometer. Kategori dangkal membuat getaran lebih mudah dirasakan warga di permukaan.
Setelah guncangan utama, BMKG mencatat gempa susulan berturut-turut hingga pagi. Kekuatan gempa susulan berkisar antara magnitudo 2,5 hingga 2,9.
"Gempa susulan memiliki kekuatan magnitudo berkisar antara M2,5 hingga M2,9," kata BMKG di laman resminya.
Rangkaian gempa susulan dengan magnitudo lebih kecil umumnya terjadi setelah gempa utama akibat penyesuaian batuan di sekitar pusat gempa. Meski kekuatannya menurun, warga diminta tetap memantau informasi resmi.
Getaran gempa utama dirasakan di Takengon pada skala MMI III. Skala tersebut berarti getaran terasa nyata di dalam rumah, seakan-akan ada truk yang lewat.
BMKG menegaskan pusat gempa berada di darat, bukan di laut. Posisi itu membuat potensi dampak yang perlu diwaspadai lebih terbatas dibanding gempa laut yang bisa memicu gelombang.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang mungkin terjadi. Warga diminta tidak terpengaruh informasi yang tidak bersumber dari BMKG.
"Pusat gempa bumi (Episenter) di Gayo Lues berada di darat, 31 Km Timur Laut Kabupaten Gayo Lues," kata BMKG.
Hingga informasi ini disusun, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan atau korban akibat rangkaian gempa di Gayo Lues. Warga yang merasakan guncangan kuat disarankan keluar rumah sementara dan menjauhi bangunan retak.