ACEH — FLOQ menandatangani nota kesepahaman dengan Telkomsel di Jakarta untuk menjajaki integrasi layanan aset kripto ke seluruh aplikasi milik operator seluler itu. Kerja sama ini membuka jalur bagi pelanggan Telkomsel mengakses layanan aset digital teregulasi lewat ekosistem yang sudah mereka pakai sehari-hari.
FLOQ dan Telkomsel meneken MoU dalam gelaran The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) di Jakarta. Penandatanganan itu dibarengi dengan pembahasan soal pemanfaatan Telkomsel POIN sebagai saldo atau voucher layanan FLOQ. Kedua perusahaan juga menjajaki pemasaran bersama dan pemakaian jaringan distribusi Telkomsel.
Apa Saja yang Dijajaki dalam Kerja Sama Ini
Ruang lingkup MoU mencakup potensi integrasi layanan FLOQ ke seluruh aplikasi yang dikembangkan Telkomsel untuk pelanggan. Ada pula pengembangan konsep Mini Trade yang menyasar pengguna pemula. Konsep ini dirancang untuk mempermudah transaksi awal bagi mereka yang baru mengenal aset digital.
Selain itu, FLOQ dan Telkomsel akan mengeksplorasi inisiatif edukasi dan literasi. Langkah tersebut dinilai penting mengingat pemahaman masyarakat soal aset kripto masih timpang di berbagai daerah. Pemanfaatan jaringan distribusi Telkomsel disebut bakal menopang pengembangan ekosistem layanan digital kedua pihak.
Alasan FLOQ Merapat ke Telkomsel
CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menyebut kolaborasi ini sebagai langkah awal mendekatkan aset digital kepada masyarakat. Menurut dia, pendekatan lewat ekosistem yang sudah dikenal menjadi kunci.
"Kolaborasi ini bertujuan menjajaki bagaimana akses aset digital yang teregulasi dapat semakin terhubung dengan layanan digital yang digunakan masyarakat Indonesia setiap hari," kata Yudho dalam pernyataannya.
Dengan jangkauan Telkomsel yang luas, Yudho menambahkan, FLOQ berkomitmen menghadirkan infrastruktur, kapabilitas produk, serta edukasi. Tujuannya agar aset digital lebih mudah diakses dan dipahami pelanggan.
Sudut Pandang Telkomsel
Chief Sales Officer Telkomsel, Stanislaus Susatyo, menempatkan penjajakan ini sebagai bagian dari upaya memperluas manfaat ekosistem digital perseroan. Integrasi yang mulus disebut menjadi syarat agar layanan FLOQ bisa diakses pelanggan tanpa hambatan berarti.
"Bersama FLOQ, kami menjajaki integrasi yang mulus agar layanan FLOQ lebih mudah diakses pelanggan melalui ekosistem digital Telkomsel, sehingga menghadirkan manfaat yang berarti bagi pelanggan dan masyarakat di seluruh Indonesia," ujar Stanislaus.
Bukan Kontrak Final
MoU ini masih bersifat penjajakan, bukan perjanjian kerja sama komersial yang mengikat. Belum ada tenggat waktu maupun target pendapatan yang disebutkan kedua pihak. Meski begitu, arah kerja sama sudah cukup jelas: mendekatkan layanan aset kripto ke basis pelanggan telekomunikasi yang jumlahnya puluhan juta.
Bagi industri aset digital di Indonesia, langkah FLOQ menggandeng operator seluler menunjukkan pergeseran strategi akuisisi pengguna. Alih-alih mengandalkan aplikasi sendiri, platform kripto mulai melirik kanal distribusi yang sudah punya trafik harian besar. Jika integrasi benar-benar terwujud, pelanggan Telkomsel berpotensi mengakses layanan FLOQ tanpa perlu mengunduh aplikasi terpisah.