PIDIE JAYA — Banjir susulan yang kembali melanda Pidie Jaya memaksa proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera berjalan lebih lambat. Sejumlah infrastruktur yang telah selesai diperbaiki dilaporkan rusak kembali, sehingga penanganan harus diulang dari awal.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meninjau langsung lokasi terdampak untuk melihat kondisi tanggul dan aliran sungai. Dari peninjauan itu, dia mendorong percepatan pembangunan tanggul serta pengerukan sungai agar banjir susulan tidak terus berulang.
Banjir susulan menghambat hampir seluruh tahapan pemulihan di wilayah terdampak. Infrastruktur yang sebelumnya menjadi prioritas perbaikan kini memerlukan penanganan ulang.
Kondisi itu membuat pemerintah menempatkan pembangunan tanggul dan normalisasi sungai sebagai langkah mendesak. Kedua pekerjaan tersebut dinilai menjadi kunci untuk mengurangi risiko banjir berikutnya di Pidie Jaya.
Pemerintah menyalurkan bantuan serta kebutuhan pokok bagi masyarakat yang terdampak banjir susulan. Penyaluran dilakukan bersamaan dengan peninjauan lapangan oleh Tito Karnavian.
Warga yang masih bertahan di lokasi terdampak membutuhkan pasokan harian selama proses pemulihan berlangsung. Bantuan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar sekaligus menjaga daya tahan masyarakat di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih.
Percepatan pembangunan tanggul dan pengerukan sungai menjadi arahan utama dari peninjauan tersebut. Kedua langkah itu diharapkan memutus siklus banjir susulan yang berulang di Pidie Jaya.
Proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera secara keseluruhan masih berjalan. Banjir susulan menjadi tantangan tersendiri karena memaksa pemerintah mengulang pekerjaan yang sudah dilakukan.
Penanganan di Pidie Jaya akan bergantung pada kecepatan pembangunan tanggul dan normalisasi aliran sungai. Tanpa keduanya, risiko kerusakan infrastruktur akibat banjir susulan tetap terbuka.